Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Banten · 15 Mei 2026 18:01 WITA ·

PPMBLB Berau Resmi Bentuk Koperasi Produsen, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Optimalisasi PAD Galian C


 PPMBLB Berau Resmi Bentuk Koperasi Produsen, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Optimalisasi PAD Galian C Perbesar

BERAU-KALTIM-BORNEOSINARTVNEWS.COM Jumat, 15 Mei 2026- Perkumpulan Penyedia Material Bukan Logam & Batuan (PPMBLB) Kabupaten Berau resmi membentuk sayap usaha berbasis koperasi dengan nama Koperasi Produsen Mutiara Alam Batiwakkal (KOPPRO MAB). Pembentukan koperasi tersebut disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat legalitas usaha material lokal, mendorong ekonomi kerakyatan, serta mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C.

Langkah tersebut dinilai menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku usaha material lokal, mulai dari persoalan regulasi, legalitas usaha, hingga lemahnya posisi tawar masyarakat dalam sektor usaha pertambangan rakyat dan penyedia material konstruksi di Kabupaten Berau.

Ketua PPMBLB sekaligus Ketua KOPPRO MAB, Adv. H. Muhammad Yunus, S.H., M.H., C.Med., menegaskan bahwa koperasi tersebut dibangun dengan konsep ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada penguatan usaha masyarakat lokal.

“Kami tidak ingin pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Melalui koperasi ini, kami ingin menyatukan kekuatan masyarakat agar memiliki posisi tawar yang kuat sebagai produsen utama material pembangunan di Berau,” ujar Muhammad Yunus.

Menurutnya, KOPPRO MAB akan menjadi wadah bagi pemilik lahan, pemilik alat berat, penyedia material, hingga pelaku jasa konstruksi agar dapat bergerak dalam sistem usaha yang memiliki kepastian hukum dan tata kelola yang lebih profesional.

Selain fokus pada pemberdayaan anggota dan penguatan ekonomi masyarakat, koperasi tersebut juga membawa misi untuk mendukung peningkatan PAD Kabupaten Berau melalui sektor pajak galian C yang selama ini dinilai memiliki potensi besar bagi pembangunan daerah.

Muhammad Yunus menjelaskan, koperasi akan menerapkan sistem administrasi satu pintu guna memastikan aktivitas produksi material anggota tercatat secara jelas dan memenuhi kewajiban pajak daerah secara transparan.

“Potensi alam Berau harus memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah. Kami ingin setiap material yang diproduksi anggota memiliki legalitas jelas dan kontribusi langsung terhadap PAD Kabupaten Berau,” tegasnya.

Sebagai praktisi hukum dan mediator, Muhammad Yunus juga memastikan bahwa koperasi akan mengawal proses legalitas seluruh anggota, mulai dari pengurusan Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB), dokumen lingkungan, hingga penguatan badan hukum koperasi agar mampu bersaing secara profesional.

Tak hanya itu, KOPPRO MAB juga dipersiapkan agar dapat masuk dalam sistem E-Katalog dan menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan pertambangan maupun perkebunan besar yang beroperasi di Kabupaten Berau.

“Dengan legalitas yang jelas, mitra kerja tidak perlu ragu lagi. Kami ingin menghadirkan standar baru bagi penyedia material di Berau, mulai dari kualitas material, kepatuhan hukum, hingga transparansi pajak,” pungkasnya.

Pembentukan PPMBLB dan KOPPRO MAB diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun iklim usaha yang lebih sehat dan tertata di Kabupaten Berau, di mana pertumbuhan ekonomi masyarakat berjalan seiring dengan kepatuhan hukum serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

(Tim)Redaksi borneosinartvnews.com

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kegaduhan UU ITE 2024: Antara Jeratan Pidana Video Jusuf Kalla dan Sanksi Administratif Amin Rais

7 Mei 2026 - 00:35 WITA

Trending di Banten