Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Telan Anggaran Rp2 Miliar, Jalan Usaha Tani Menuju Kebun Sawit Anggota DPRD Kutai Barat Berinisial A Dipertanyakan Jalan Beton di Pasir Belengkong Retak Memanjang, Warga Duga Pekerjaan Asal-asalan dan Membahayakan Pengendara Proyek Puskesmas Dilang Puti Senilai Rp6,91 Miliar Disorot, Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban

Nasional · 29 Okt 2026 09:30 WITA ·

Proyek Puskesmas Dilang Puti Senilai Rp6,91 Miliar Disorot, Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian


 Proyek Puskesmas Dilang Puti Senilai Rp6,91 Miliar Disorot, Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian Perbesar

KUTAI BARAT,BORNEOSINARTVNEWS.COM — Pembangunan lanjutan Puskesmas Dilang Puti di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menjadi perhatian terkait pentingnya pengawasan pelaksanaan pekerjaan agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi teknis dananggaran yang telah ditetapkan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan Pembangunan Lanjutan Puskesmas Dilang Puti Tahun Anggaran 2026 tercatat memiliki nilai kontrak sebesar Rp6.914.924.893,19, bersumber dari APBD Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat. Papan proyek juga mencantumkan CV Yudhira sebagai kontraktor pelaksana, dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 26 Agustus hingga 23 Desember 2026.

Dokumentasi lapangan bertanggal 20 September 2026 memperlihatkan bangunan yang masih dalam proses pengerjaan. Sejumlah bagian bangunan belum selesai, sementara material konstruksi tampak berada di sekitar area proyek.

Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan secara berkala, baik terhadap perkembangan fisik pekerjaan maupun kesesuaian pelaksanaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis.

Penanggung Jawab Proyek Sebut Anggaran Tahap Kedua

Saat dikonfirmasi mengenai pelaksanaan proyek tersebut, Paulus selaku pihak yang disebut sebagai penanggung jawab proyek menjelaskan bahwa pekerjaan itu merupakan bagian dari anggaran tahap kedua.

Paulus juga menyampaikan bahwa dirinya hanya dipercaya oleh saudaranya untuk menjalankan tanggung jawab tersebut, karena menurut keterangannya, proyek dikerjakan oleh saudaranya.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang perlu diperjelas lebih lanjut, khususnya mengenai pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek, pihak yang secara resmi bertindak sebagai pelaksana, serta mekanisme pengawasan pekerjaan di lapangan.

Klarifikasi lebih lanjut dari pihak kontraktor diperlukan untuk memastikan hubungan antara pihak yang memberikan keterangan, pelaksana resmi yang tercantum dalam papan proyek, dan pihak yang bertanggung jawab terhadap mutu serta penyelesaian pekerjaan.

Pengawasan Instansi Terkait Dipertanyakan

Di sisi lain, berdasarkan pengamatan pada saat dokumentasi lapangan dilakukan, awak media tidak melihat keberadaan petugas pengawas dari instansi terkait di lokasi proyek.

Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa pengawasan tidak dilaksanakan. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, diperlukan konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat dan pihak pengawas mengenai jadwal pemeriksaan lapangan, mekanisme pengendalian mutu, serta evaluasi progres pekerjaan.

Pengawasan merupakan unsur penting dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara. Pemeriksaan berkala dibutuhkan untuk memastikan kualitas material, metode pengerjaan, volume pekerjaan, dan hasil konstruksi sesuai dengan kontrak serta RAB.

Terlebih, pembangunan fasilitas kesehatan harus memperhatikan standar konstruksi dan keselamatan karena bangunan tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Anggaran Negara Harus Menghasilkan Pekerjaan Maksimal

Penggunaan anggaran publik menuntut adanya transparansi, akuntabilitas, dan hasil pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat tentu berharap proyek pembangunan lanjutan Puskesmas Dilang Puti tidak hanya selesai sesuai jadwal, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang baik, sesuai spesifikasi teknis, dan memenuhi seluruh ketentuan dalam kontrak.

Pekerjaan yang berkualitas menjadi penting agar bangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang serta tidak menimbulkan persoalan akibat kekurangan mutu maupun ketidaksesuaian pelaksanaan.

Karena itu, instansi teknis dan pihak pengawas diharapkan memastikan setiap tahapan pekerjaan diperiksa secara profesional, termasuk kesesuaian volume, mutu material, serta hasil akhir pembangunan dengan RAB.

Menunggu Klarifikasi Dinas Kesehatan dan Kontraktor

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, BorneoSinarTVNews.com membuka ruang konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, CV Yudhira selaku kontraktor yang tercantum pada papan proyek, serta pihak pengawas kegiatan.

Konfirmasi tersebut penting untuk memperoleh penjelasan mengenai progres pekerjaan terkini, status pengawasan di lapangan, pembagian tanggung jawab pelaksanaan, dan jaminan kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis.

Publik berharap setiap rupiah anggaran negara benar-benar menghasilkan pembangunan yang maksimal, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Mustari)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jalan Beton di Pasir Belengkong Retak Memanjang, Warga Duga Pekerjaan Asal-asalan dan Membahayakan Pengendara

29 Oktober 2026 - 09:57 WITA

Bupati Ngawi Resmikan Klinik Utama Dalam Jiwa, Dorong Kolaborasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

24 Oktober 2026 - 16:02 WITA

The Skinbars Clinic Perkuat Healthy Aging melalui Teknologi EXION dan EXOMIND

22 Oktober 2026 - 10:20 WITA

Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi

21 Oktober 2026 - 11:32 WITA

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan

18 Oktober 2026 - 22:39 WITA

Dugaan Kasus Asusila Siswa, APPM Desak Disdik Jatim Bersikap Tegas

16 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Trending di Nasional