SURABAYA-BORNROSINSRTVNEWS. COM Senin 10 Agustus 2026 — Banyak orang masih mengandalkan pola skincare yang sama sejak usia 20-an hingga memasuki usia 30-an. Padahal, menurut pendekatan kedokteran anti-aging modern, kebutuhan kulit berubah seiring bertambahnya usia akibat penurunan produksi kolagen, elastin, serta kemampuan regenerasi sel.
Dokter anti-aging Indonesia, dr. Neisa Sinaputri, Dipl. AAAM (dr. Neissa/DokNey), menjelaskan bahwa perawatan kulit seharusnya disesuaikan dengan fase biologis kulit, bukan sekadar mengikuti tren produk yang sedang viral di media sosial.
“Di usia 20-an, fokus utama adalah proteksi dan pencegahan kerusakan. Sedangkan di usia 30-an, kulit mulai membutuhkan perlindungan sekaligus perbaikan agar kualitas kulit tetap terjaga dalam jangka panjang,” jelas dr. Neisa Sinaputri, Dipl. AAAM dalam edukasi kesehatan kulit yang dibagikannya.
Mengapa Skincare Usia 20-an dan 30-an Tidak Bisa Disamakan?
* Usia 20-an: Cadangan kolagen umumnya masih baik dan proses regenerasi sel berlangsung lebih cepat. Masalah dominan biasanya berpusat pada minyak berlebih, jerawat, komedo, dan bekas jerawat.
* Usia 30-an: Produksi kolagen mulai menurun secara bertahap. Tanda-tanda penuaan seperti kulit kusam, garis halus, pori-pori lebih mencolok, serta penurunan elastisitas mulai tampak.
Oleh karena itu, strategi perawatan kulit perlu berubah menyesuaikan kebutuhan biologis tersebut.
Perawatan Kulit di Usia 20-an: Fokus Proteksi
Tujuan utama skincare di usia 20-an adalah mencegah kerusakan akibat paparan sinar UV, polusi, dan gangguan skin barrier.
Langkah Yang Dianjurkan:
* Membersihkan wajah dengan gentle cleanser
* Menggunakan pelembap ringan
* Mengontrol minyak dan jerawat bila diperlukan
* Menggunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari
Kandungan Utama: Niacinamide, salicylic acid (BHA), dan pelembap (moisturizer) ringan.
“Banyak anak muda terlalu cepat menggunakan produk anti-aging yang kuat. Padahal yang paling penting di usia 20-an adalah membangun kebiasaan proteksi yang konsisten,” ujar DokNey.
Perawatan Kulit di Usia 30-an: Fokus Proteksi dan Perbaikan
Memasuki usia 30-an, kulit membutuhkan stimulasi kolagen dan perawatan yang lebih bersifat reparatif.
Prioritas Perawatan:
Menjaga kelembapan secara lebih intensif
Menstimulasi produksi kolagen
Mengurangi garis halus
Memperbaiki tekstur dan warna kulit
Konsisten menggunakan sunscreen setiap hari
Kandungan Utama: Retinol, vitamin C, peptide, hyaluronic acid, dan ceramide.
“Di usia 30-an, skincare tidak cukup hanya membersihkan dan melembapkan. Kulit mulai membutuhkan pendekatan preventif sekaligus reparatif,” tambahnya.
Kesalahan Perawatan yang Paling Sering Terjadi
Usia 20-an: Terlalu agresif memakai retinoid dan eksfoliasi berlebihan sehingga merusak skin barrier.
Usia 30-an: Masih bertahan pada skincare dasar tanpa upaya stimulasi kolagen, menyebabkan tanda penuaan muncul lebih cepat.
Anti-Aging Bukan Hanya Soal Produk
Kualitas kulit sangat dipengaruhi oleh pola hidup dan faktor internal. Beberapa hal penting yang wajib diperhatikan meliputi:
Tidur cukup (7–8 jam sehari)
Konsumsi protein yang memadai
Asupan antioksidan dari buah dan sayur
* Olahraga secara rutin
* Pengelolaan stres yang baik
* Menghindari kebiasaan merokok
* Konsistensi dalam penggunaan sunscreen
Kapan Sebaiknya Mulai Menggunakan Retinol?
Secara umum, penggunaan retinol dapat mulai dipertimbangkan pada akhir usia 20-an atau awal usia 30-an, terutama ketika garis halus atau tekstur kulit yang tidak merata mulai muncul. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu.
Menjadi Tua Itu Alami, Menjadi Tua dengan Kulit Sehat Itu Pilihan
dr. Neisa Sinaputri, Dipl. AAAM menekankan bahwa tujuan utama anti-aging bukanlah membuat seseorang terlihat seperti berusia 20 tahun selamanya, melainkan menjaga kualitas kulit agar tetap sehat, lembap, cerah, dan kuat seiring bertambahnya usia.
“Prinsip sederhananya adalah: usia 20-an fokus protect, sedangkan usia 30-an fokus protect plus repair. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, proses penuaan dapat berlangsung dengan kualitas yang lebih baik,” tutup DokNey.
(Redho)











