Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ??

Surabaya · 10 Agu 2026 11:34 WITA ·

Beda Perawatan Kulit Usia 20 vs 30 Tahun Menurut Pakar


 Beda Perawatan Kulit Usia 20 vs 30 Tahun Menurut Pakar Perbesar

SURABAYA-BORNROSINSRTVNEWS. COM Senin 10 Agustus 2026 — Banyak orang masih mengandalkan pola skincare yang sama sejak usia 20-an hingga memasuki usia 30-an. Padahal, menurut pendekatan kedokteran anti-aging modern, kebutuhan kulit berubah seiring bertambahnya usia akibat penurunan produksi kolagen, elastin, serta kemampuan regenerasi sel.

Dokter anti-aging Indonesia, dr. Neisa Sinaputri, Dipl. AAAM (dr. Neissa/DokNey), menjelaskan bahwa perawatan kulit seharusnya disesuaikan dengan fase biologis kulit, bukan sekadar mengikuti tren produk yang sedang viral di media sosial.

“Di usia 20-an, fokus utama adalah proteksi dan pencegahan kerusakan. Sedangkan di usia 30-an, kulit mulai membutuhkan perlindungan sekaligus perbaikan agar kualitas kulit tetap terjaga dalam jangka panjang,” jelas dr. Neisa Sinaputri, Dipl. AAAM dalam edukasi kesehatan kulit yang dibagikannya.

Mengapa Skincare Usia 20-an dan 30-an Tidak Bisa Disamakan?

* Usia 20-an: Cadangan kolagen umumnya masih baik dan proses regenerasi sel berlangsung lebih cepat. Masalah dominan biasanya berpusat pada minyak berlebih, jerawat, komedo, dan bekas jerawat.

* Usia 30-an: Produksi kolagen mulai menurun secara bertahap. Tanda-tanda penuaan seperti kulit kusam, garis halus, pori-pori lebih mencolok, serta penurunan elastisitas mulai tampak.

Oleh karena itu, strategi perawatan kulit perlu berubah menyesuaikan kebutuhan biologis tersebut.

Perawatan Kulit di Usia 20-an: Fokus Proteksi

Tujuan utama skincare di usia 20-an adalah mencegah kerusakan akibat paparan sinar UV, polusi, dan gangguan skin barrier.

Langkah Yang Dianjurkan:

* Membersihkan wajah dengan gentle cleanser

* Menggunakan pelembap ringan

* Mengontrol minyak dan jerawat bila diperlukan

* Menggunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari

Kandungan Utama: Niacinamide, salicylic acid (BHA), dan pelembap (moisturizer) ringan.

“Banyak anak muda terlalu cepat menggunakan produk anti-aging yang kuat. Padahal yang paling penting di usia 20-an adalah membangun kebiasaan proteksi yang konsisten,” ujar DokNey.

Perawatan Kulit di Usia 30-an: Fokus Proteksi dan Perbaikan

Memasuki usia 30-an, kulit membutuhkan stimulasi kolagen dan perawatan yang lebih bersifat reparatif.

Prioritas Perawatan:

Menjaga kelembapan secara lebih intensif

Menstimulasi produksi kolagen

Mengurangi garis halus

Memperbaiki tekstur dan warna kulit

Konsisten menggunakan sunscreen setiap hari

Kandungan Utama: Retinol, vitamin C, peptide, hyaluronic acid, dan ceramide.

“Di usia 30-an, skincare tidak cukup hanya membersihkan dan melembapkan. Kulit mulai membutuhkan pendekatan preventif sekaligus reparatif,” tambahnya.

Kesalahan Perawatan yang Paling Sering Terjadi

Usia 20-an: Terlalu agresif memakai retinoid dan eksfoliasi berlebihan sehingga merusak skin barrier.

Usia 30-an: Masih bertahan pada skincare dasar tanpa upaya stimulasi kolagen, menyebabkan tanda penuaan muncul lebih cepat.

Anti-Aging Bukan Hanya Soal Produk

Kualitas kulit sangat dipengaruhi oleh pola hidup dan faktor internal. Beberapa hal penting yang wajib diperhatikan meliputi:

Tidur cukup (7–8 jam sehari)

Konsumsi protein yang memadai

Asupan antioksidan dari buah dan sayur

* Olahraga secara rutin

* Pengelolaan stres yang baik

* Menghindari kebiasaan merokok

* Konsistensi dalam penggunaan sunscreen

Kapan Sebaiknya Mulai Menggunakan Retinol?

Secara umum, penggunaan retinol dapat mulai dipertimbangkan pada akhir usia 20-an atau awal usia 30-an, terutama ketika garis halus atau tekstur kulit yang tidak merata mulai muncul. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu.

Menjadi Tua Itu Alami, Menjadi Tua dengan Kulit Sehat Itu Pilihan

dr. Neisa Sinaputri, Dipl. AAAM menekankan bahwa tujuan utama anti-aging bukanlah membuat seseorang terlihat seperti berusia 20 tahun selamanya, melainkan menjaga kualitas kulit agar tetap sehat, lembap, cerah, dan kuat seiring bertambahnya usia.

“Prinsip sederhananya adalah: usia 20-an fokus protect, sedangkan usia 30-an fokus protect plus repair. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, proses penuaan dapat berlangsung dengan kualitas yang lebih baik,” tutup DokNey.

(Redho)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Program SAS (Sidoarjo Asri Sejuk) Kapolsek Sedati Bagikan Bibit Pohon Buah di Desa Banjar Kemuning 

23 Oktober 2026 - 18:29 WITA

PT ULI Cetak 40 SDM Konstruksi Kompeten di Jatim

23 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Mutiara Store Perkuat Posisi sebagai Pusat Grosir HP Second Berkualitas di Surabaya, Bos Uchild Utamakan Kepercayaan dan Kepedulian

23 Oktober 2026 - 10:04 WITA

Kolaborasi LKHAI dan JIMLY School Dorong Penguatan Kompetensi Profesional Untuk Hadapi Tantangan Hukum Bisnis

22 Oktober 2026 - 22:13 WITA

Ketum DPP AMI Soroti Sisi Positif Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

18 Oktober 2026 - 10:28 WITA

Cara Anak Muda Temukan Arah Hidup Lewat Peran Bertuhan

1 September 2026 - 13:02 WITA

Trending di Surabaya