NAH KUNING-Borneosinartvnews Meski tidak bertepatan dengan momen hari besar keagamaan seperti Idul Fitri maupun Idul Adha, aktivitas keberangkatan penumpang di Pelabuhan Desa Tanah Kuning, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Sinar Alam, terpantau sangat padat. Tingginya mobilitas ini menunjukkan vitalnya peran akses transportasi laut bagi masyarakat yang hendak menuju Kota Tarakan setiap harinya.
Antrean penumpang yang me awa berbagai barang bawaan terlihat memadati area dermaga sebelum menaiki speedboat. Kondisi ini menarik perhatian warga setempat, salah satunya Doni, yang mengaku cukup terharu melihat antusiasme dan kepadatan masyarakat yang terus terjadi di pelabuhan ini.
”Alhamdulillah, kondisi ini luar biasa. Sangat padat sekali penumpang untuk di Tanah Kuning. Saya sendiri terharu melihatnya, karena kepadatan keberangkatan seperti ini memang terus terjadi, bahkan walaupun tidak sedang dalam kegiatan-kegiatan besar seperti Idul Fitri atau Idul Adha,” ungkap Doni saat ditemui di lokasi.
Rasa haru senada juga dirasakan oleh Pimpinan Redaksi Borneo Sinar TV yang turut berada di lokasi dalam liputan ini. Beliau menyampaikan kesan mendalam saat mengikuti langsung perjalanan dari Tanah Kuning menuju Tarakan, melihat betapa tingginya arus mobilitas warga yang tidak pernah surut dari pelabuhan tersebut.
(Supporting Info)
Pihak pengelola memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang dengan mewajibkan setiap calon penumpang yang berangkat untuk melakukan pembelian tiket dan masuk ke dalam manifest resmi, sehingga secara otomatis mendapatkan perlindungan asuransi Jasa Raharja.
Adapun daftar harga tiket yang berlaku adalah:
Dewasa: Rp 180.000
Mahasiswa: Rp 150.000
Anak (3–10 tahun): Rp 50.000
Balita (1–2 tahun): Rp 20.000
Motor Metik/Bebek: Rp 250.000
Motor Besar: Rp 400.000
(Closing)
Kepadatan yang konsisten di Pelabuhan Tanah Kuning ini menjadi gambaran geliat ekonomi dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi di wilayah tersebut. Borneo Sinar TV akan terus melaporkan perkembangan situasi transportasi dari lapangan.
Penulis: Haris











