JEMBER-BIRNEOSINARTVNEWS.COM Jumat 15 Mei 2026 Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara resmi menyampaikan sikap tegas terkait polemik video viral yang memperlihatkan oknum anggota DPRD Jember diduga asyik bermain *game* dan merokok saat rapat resmi berlangsung. AMI mendesak agar sanksi pencopotan segera dijatuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban etik.
Rekaman video yang kini kembali menjadi sorotan publik tersebut memperlihatkan sikap wakil rakyat yang dianggap tidak pantas, mengingat rapat tersebut tengah membahas isu krusial bagi masyarakat, yakni pelayanan kesehatan dan penanganan stunting di Kabupaten Jember.
AMI Desak Prabowo Subianto Turun Tangan
Ketua AMI, Baihaki Akbar, SE., SH., meminta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota dewan tersebut. Menurutnya, pembiaran terhadap perilaku semacam ini dapat mencederai marwah partai dan kepercayaan masyarakat.
“Perilaku seperti itu sangat memalukan dan mencederai kepercayaan masyarakat. Apalagi rapat yang dibahas menyangkut kesehatan dan stunting. Ini tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat,” tegas Baihaki Akbar dalam keterangannya hari ini, Senin (11/5).
AMI mendesak DPP Partai Gerindra untuk segera memproses pemberhentian atau pemecatan kader yang bersangkutan apabila terbukti melakukan pelanggaran etik berat. Ketegasan partai dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga integritas di mata publik.
Jaga Disiplin dan Etika Kader
Baihaki menilai, jika kasus ini tidak segera diselesaikan dengan sanksi yang nyata, hal tersebut dapat memberikan preseden buruk bagi kedisiplinan kader di masa depan.
“Jangan sampai tindakan oknum ini merusak marwah partai dan mempermalukan nama besar Gerindra. Kami meminta Bapak Prabowo Subianto turun tangan memberikan sanksi tegas,” tambahnya.
Penanganan InternalHingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Jember dan internal Partai Gerindra dikabarkan terus memproses kasus tersebut melalui mekanisme etik. Meski oknum yang bersangkutan dikabarkan telah menyampaikan permohonan maaf, desakan dari berbagai elemen masyarakat agar ada tindakan tegas tetap mengalir deras demi menjaga integritas lembaga legislatif.
Redak borneodiinarvnews (San)











