TARAKAN. borneosinartcnews – Sejumlah penumpang speedboat mengeluhkan kondisi lorong di kawasan Pelabuhan Tengkayu I yang dinilai sempit dan kumuh. Kondisi tersebut disebut mengganggu kenyamanan serta kelancaran arus penumpang, khususnya saat jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal padat.
Pantauan Borneo Sinar TV, Kamis (26/02/2026), lorong yang menjadi akses utama menuju dermaga dipadati aktivitas jual beli dan lalu lalang penumpang. Ruang gerak yang terbatas membuat antrean kerap menumpuk, terlebih ketika penumpang membawa barang bawaan dalam jumlah banyak.
“Kalau lagi ramai, susah lewat. Lorongnya sempit, kadang harus bergantian jalan,” ujar salah seorang penumpang.
Selain persoalan sempitnya akses, kondisi kebersihan di area tersebut juga menjadi sorotan. Beberapa titik terlihat kurang tertata, sehingga menimbulkan kesan kumuh dan tidak representatif sebagai pintu gerbang transportasi laut.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari sejumlah pedagang di lokasi, mereka mengaku membayar sebesar Rp3.600.000 per bulan kepada pihak perhubungan. Penumpang berharap dengan adanya penarikan biaya tersebut, penataan dan kebersihan kawasan pelabuhan dapat lebih ditingkatkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penataan ulang lorong akses di Pelabuhan Tengkayu I.
Borneo Sinar TV akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait kondisi dan pengelolaan kawasan tersebut. (boni)











