Menu ✖

Mode Gelap
Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ?? Dugaan Truk Kayu Log Tubaan Resahkan Warga, Dishub & PT TRH Didesak Buka Suara

Nasional · 21 Okt 2026 11:32 WITA ·

Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi


 Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi Perbesar

Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi

MALANG –BORNEO SINAR TV NEWS. COM Nasib tragis menimpa Bu Mistiyem, 75-an tahun, warga Pagak, Kabupaten Malang. Selama 25 tahun bekerja sebagai TKI di Arab Saudi, ia tidak pernah menerima gaji sepeser pun. Gaji yang seharusnya menjadi haknya justru diduga diambil oleh penyalur berinisial Ngatiran, yang juga berasal dari Pagak.

Alih-alih mendapatkan haknya, Bu Mistiyem justru dideportasi pada tahun 2025 setelah menuntut gaji sekitar Rp1,4 miliar ke Ngatiran.

Berangkat Tahun 2000, Tak Bisa Baca Tulis

Kisah ini bermula tahun 2000. Bu Mistiyem yang tidak bisa baca tulis diajak bekerja ke Arab Saudi oleh Ngatiran dengan iming-iming “mengadu nasib”. Setibanya di Arab, Bu Mistiyem ditampung dan disalurkan bekerja oleh Ngatiran ke majikan.

“Selama 25 tahun Ibu saya kerja, tidak pernah pegang gaji. Katanya gaji diambil semua sama Ngatiran dari majikan. HP juga tidak dikasih pegang,” ujar Badri, anak Bu Mistiyem, saat ditemui di Malang, Selasa 20 Oktober 2026.

Minta Gaji, Malah Dilaporkan Polisi

Puncaknya terjadi tahun 2025. Bu Mistiyem memberanikan diri meminta gaji yang sudah menumpuk ke Ngatiran. Totalnya ditaksir mencapai Rp1,4 miliar.

Namun bukannya dibayar, Bu Mistiyem justru dilaporkan ke polisi Arab Saudi dengan tuduhan tidak memiliki izin kerja. Ia kemudian dibawa ke penampungan dan langsung dideportasi ke Indonesia.

Sesampainya di Bandara Juanda, Bu Mistiyem kebingungan. Beruntung ada warga yang menolong dan menampungnya di Lamongan selama 2-3 minggu sambil mencari keberadaan anak dan saudaranya. Setelah berhasil dihubungi, Bu Mistiyem akhirnya dijemput anaknya.

Tanah Diduga Milik Ngatiran Dikuasai Anak Korban

Geram dengan perlakuan terhadap ibunya, Badri kemudian mencari tahu aset milik Ngatiran. Diketahui Ngatiran memiliki sejumlah tanah di wilayah Pagak, Gampingan, dan Jenggolo, Panjen, Kabupaten Malang.

Dengan bantuan LBH Mukti Pajajaran, tanah-tanah tersebut saat ini telah dikuasai oleh pihak keluarga Bu Mistiyem sebagai bentuk upaya penjaminan.

“Kami tidak main hakim sendiri. Ini kami lakukan untuk mengamankan aset, sambil proses hukum berjalan,” kata Badri.

Kasus Akan Dilaporkan ke Polda dan Interpol

Pihak keluarga bersama LBH Mukti Pajajaran berencana melaporkan kasus ini secara resmi. Laporan akan dilayangkan ke Polda Jawa Timur atas dugaan TPPO, penggelapan, dan eksploitasi. Selain itu juga akan dilaporkan ke Kepolisian Arab Saudi dan diajukan melalui Interpol Mabes Polri.

“Ini bukan sekadar utang gaji. Ini perbudakan modern. 25 tahun hidupnya diambil. Kami minta negara hadir,” tegas perwakilan LBH Mukti Pajajaran.

(Redho)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Ngawi Resmikan Klinik Utama Dalam Jiwa, Dorong Kolaborasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

24 Oktober 2026 - 16:02 WITA

The Skinbars Clinic Perkuat Healthy Aging melalui Teknologi EXION dan EXOMIND

22 Oktober 2026 - 10:20 WITA

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan

18 Oktober 2026 - 22:39 WITA

Dugaan Kasus Asusila Siswa, APPM Desak Disdik Jatim Bersikap Tegas

16 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Kayu Gelondongan Ulin Angkutan Berat Bikin Jalan Amblas di Muara Komam, Sopir Sebut Milik Haji YP

7 Oktober 2026 - 10:10 WITA

Tangis Duka Sambut Kedatangan Jenazah Korban KM Virgo Transport di Banjarnegara

3 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Trending di Nasional