Menu

Mode Gelap
BPW PERADIN Jatim 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme Advokat Polda Banten Raih Samkarya Nugraha Sakanti, Arnol Sinaga: Sangat Layak Sertifikat 1992 Diberi Negara, Kenapa Hak Warga Sido Bangen Dirampas? Kasus Hibah Jatim, KAKI Desak KPK Tahan Anwar Sadad DPD LPKAN Jatim Apresiasi Sertijab Pejabat Utama Polda Jatim

Nasional · 3 Mar 2026 16:44 WITA ·

Aksi Masyarakat Dayak dan KASBI di Depan Istana Negara, Perjuangkan Tanah Ulayat Marjun Talisayan Berau Kaltim


 Aksi Masyarakat Dayak dan KASBI di Depan Istana Negara, Perjuangkan Tanah Ulayat Marjun Talisayan Berau Kaltim Perbesar

JAKARTA:Borneosinartvnews.com:November, 2021 – Ratusan massa dari masyarakat Dayak bersama solidaritas Serikat Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara pada tahun 2021.

Aksi tersebut dilakukan untuk memperjuangkan tanah ulayat Marjun, Talisayan, yang diduga dirampas oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Tanjung Buyuh Perkasa Plantation.

Dalam orasinya, massa aksi menuntut pemerintah pusat turun tangan menyelesaikan konflik agraria yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Mereka menilai hak masyarakat adat atas tanah ulayat telah diabaikan, sementara aktivitas perusahaan terus berjalan tanpa penyelesaian yang adil.

Perjuangan yang ditempuh masyarakat Dayak Marjun disebut cukup melelahkan.

Selain menempuh jalur aksi demonstrasi hingga ke ibu kota, sejumlah warga juga menghadapi proses hukum yang berujung pada penahanan.

Massa aksi menilai langkah tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang mempertahankan hak atas tanah leluhur mereka.

Para demonstran juga menuding pemerintah dan aparat penegak hukum lebih berpihak kepada korporasi dibandingkan rakyat kecil.

Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha perkebunan yang berada di atas tanah ulayat, serta meminta penghentian segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga.

Aksi di depan Istana Negara tersebut menjadi simbol panjangnya perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah.

Hingga kini, masyarakat berharap adanya keberpihakan nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria secara adil dan transparan.

massa dari masyarakat Dayak bersama solidaritas Serikat Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara pada tahun 2021.

Aksi tersebut dilakukan untuk memperjuangkan tanah ulayat Marjun, Talisayan, yang diduga dirampas oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Tanjung Buyuh Perkasa Plantation.

Dalam orasinya, massa aksi menuntut pemerintah pusat turun tangan menyelesaikan konflik agraria yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Mereka menilai hak masyarakat adat atas tanah ulayat telah diabaikan, sementara aktivitas perusahaan terus berjalan tanpa penyelesaian yang adil.

Perjuangan yang ditempuh masyarakat Dayak Marjun disebut cukup melelahkan.

Selain menempuh jalur aksi demonstrasi hingga ke ibu kota, sejumlah warga juga menghadapi proses hukum yang berujung pada penahanan.

Massa aksi menilai langkah tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang mempertahankan hak atas tanah leluhur mereka.

Para demonstran juga menuding pemerintah dan aparat penegak hukum lebih berpihak kepada korporasi dibandingkan rakyat kecil.

Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha perkebunan yang berada di atas tanah ulayat, serta meminta penghentian segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga.

Aksi di depan Istana Negara tersebut menjadi simbol panjangnya perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah.

Hingga kini, masyarakat berharap adanya keberpihakan nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria secara adil dan transparan.

Penulis : Boni

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polda Banten Raih Samkarya Nugraha Sakanti, Arnol Sinaga: Sangat Layak

1 Agustus 2026 - 08:46 WITA

Kasus Hibah Jatim, KAKI Desak KPK Tahan Anwar Sadad

31 Juli 2026 - 14:04 WITA

Didi Sungkono Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pungli BPKB Senilai Miliaran Rupiah di SAMSAT

31 Juli 2026 - 13:28 WITA

Dugaan Pungli Miliaran Rupiah di Samsat Malang, Tiga Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Jatim

31 Juli 2026 - 13:06 WITA

Diduga Jadi Tim Sukses Pilkades, ASN Pemprov DKI Disorot

30 Juli 2026 - 19:19 WITA

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Sorong Hadiri Kunker Komisi V DPR RI

30 Juli 2026 - 01:51 WITA

Trending di Nasional