SURABAYA-BORNEOSINARTNEWS Pesatnya transformasi digital bukan sekadar membawa kemudahan, namun juga menyimpan potensi kerawanan baru. Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyoroti celah ini dengan tegas dalam Seminar Nasional bertajuk “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Era Digitalisasi” yang digelar di Hotel Morazen, Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan agenda Halal Bihalal ini menjadi panggung bagi AMI untuk mengingatkan publik dan aparat bahwa integritas tidak boleh luntur meski zaman telah berubah.
Peringatan Keras Bagi Integritas Bangsa
Dalam seminar tersebut, para narasumber menguliti tantangan modern yang dihadapi bangsa, mulai dari literasi digital yang lemah hingga potensi penyalahgunaan teknologi untuk praktik korupsi.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akabar, S.E., S.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tanpa karakter yang kuat, kecanggihan teknologi justru akan menjadi senjata makan tuan yang membuka pintu lebar-lebar bagi tindak pidana korupsi.
“Era digital memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan besar. Integritas adalah kunci utama agar kita tidak kehilangan arah dan terjebak dalam arus perubahan zaman. Jangan sampai teknologi menjadi celah baru bagi praktik-praktik kotor,” tegas Baihaki di hadapan para peserta seminar.
Menangkal Hoaks dan Menjaga Persatuan
Selain isu korupsi, diskusi hangat juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial. Di tengah banjir informasi, masyarakat dituntut lebih cerdas dalam memfilter hoaks agar tidak terjebak dalam perpecahan yang sering kali dipicu oleh hasutan di dunia maya.
Agenda yang mempertemukan berbagai kalangan mulai dari akademisi, jurnalis, hingga mahasiswa ini pun menjadi simbol sinergi. AMI menekankan bahwa kebersamaan bukan sekadar ritual Halal Bihalal, melainkan komitmen kolektif untuk menjaga moralitas di tengah gempuran dinamika global.
“AMI berkomitmen menjadi organisasi yang adaptif namun tetap memegang teguh integritas. Kami ingin menciptakan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki mentalitas antikorupsi yang kuat,” tambahnya.
Melalui seminar ini, AMI berhasil memadukan wawasan intelektual dengan semangat kekeluargaan, menegaskan bahwa integritas adalah pondasi mutlak yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi masa depan Indonesia yang semakin digital.
Radaksi borneosinartvnews(Megy/hrs/**)











