Menu

Mode Gelap
Memahami AEO, GEO, dan LLMO: Tiga Pendekatan Baru di Era AI Search Lupakan Arabika dan Robusta! Kopi Liberika Sembakungan Siap Jadi Identitas Baru Berau! Bhabinkamtibmas Polsek Jabon Turun Ke Lapangan Gelar Kerja Bakti Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso Judi Sabung Ayam di Jember Meresahkan, Polisi Didesak Bertindak

Suarabaya · 25 Apr 2026 13:57 WITA ·

Era Digital Jadi Celah Korupsi Baru? Ini Peringatan Keras dari Aliansi Madura Indonesia


 Era Digital Jadi Celah Korupsi Baru? Ini Peringatan Keras dari Aliansi Madura Indonesia Perbesar

SURABAYA-BORNEOSINARTNEWS Pesatnya transformasi digital bukan sekadar membawa kemudahan, namun juga menyimpan potensi kerawanan baru. Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyoroti celah ini dengan tegas dalam Seminar Nasional bertajuk “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Era Digitalisasi” yang digelar di Hotel Morazen, Surabaya, Jumat (24/4/2026).

​Kegiatan yang dirangkaikan dengan agenda Halal Bihalal ini menjadi panggung bagi AMI untuk mengingatkan publik dan aparat bahwa integritas tidak boleh luntur meski zaman telah berubah.

​Peringatan Keras Bagi Integritas Bangsa

Dalam seminar tersebut, para narasumber menguliti tantangan modern yang dihadapi bangsa, mulai dari literasi digital yang lemah hingga potensi penyalahgunaan teknologi untuk praktik korupsi.

​Ketua Umum AMI, Baihaki Akabar, S.E., S.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tanpa karakter yang kuat, kecanggihan teknologi justru akan menjadi senjata makan tuan yang membuka pintu lebar-lebar bagi tindak pidana korupsi.

​“Era digital memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan besar. Integritas adalah kunci utama agar kita tidak kehilangan arah dan terjebak dalam arus perubahan zaman. Jangan sampai teknologi menjadi celah baru bagi praktik-praktik kotor,” tegas Baihaki di hadapan para peserta seminar.

​Menangkal Hoaks dan Menjaga Persatuan

Selain isu korupsi, diskusi hangat juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial. Di tengah banjir informasi, masyarakat dituntut lebih cerdas dalam memfilter hoaks agar tidak terjebak dalam perpecahan yang sering kali dipicu oleh hasutan di dunia maya.

​Agenda yang mempertemukan berbagai kalangan mulai dari akademisi, jurnalis, hingga mahasiswa ini pun menjadi simbol sinergi. AMI menekankan bahwa kebersamaan bukan sekadar ritual Halal Bihalal, melainkan komitmen kolektif untuk menjaga moralitas di tengah gempuran dinamika global.

​“AMI berkomitmen menjadi organisasi yang adaptif namun tetap memegang teguh integritas. Kami ingin menciptakan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki mentalitas antikorupsi yang kuat,” tambahnya.

​Melalui seminar ini, AMI berhasil memadukan wawasan intelektual dengan semangat kekeluargaan, menegaskan bahwa integritas adalah pondasi mutlak yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi masa depan Indonesia yang semakin digital.

Radaksi borneosinartvnews(Megy/hrs/**)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Mantan Jampidsus Jadi Tersangka Tiga Kasus Korupsi, AMI Desak Polri Segera Lakukan Penangkapan dan Penahanan

11 Juli 2026 - 20:54 WITA

Pesilat Cilik ASAD Rungkut Kidul: Tempa Karakter, Jaga Budaya

7 Juni 2026 - 12:51 WITA

Dugaan ‘Sunat’ Dana Reses, Dua Legislator Surabaya Dilaporkan ke Kejaksaan

1 Maret 2026 - 13:02 WITA

Trending di Suarabaya