Menu

Mode Gelap
Memahami AEO, GEO, dan LLMO: Tiga Pendekatan Baru di Era AI Search Lupakan Arabika dan Robusta! Kopi Liberika Sembakungan Siap Jadi Identitas Baru Berau! Bhabinkamtibmas Polsek Jabon Turun Ke Lapangan Gelar Kerja Bakti Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso Judi Sabung Ayam di Jember Meresahkan, Polisi Didesak Bertindak

Gresik · 25 Jul 2026 20:04 WITA ·

Melawan Lupa, Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli


 Melawan Lupa, Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli Perbesar

GRESIK – BORNEO SINAR TVNEWS.COM- Tiga puluh tahun telah berlalu sejak Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996), namun luka sejarah itu masih menjadi pengingat bahwa demokrasi Indonesia dibangun melalui pengorbanan, keberanian, dan perlawanan terhadap praktik-praktik kekuasaan yang membungkam kebebasan warga negara.
​SIMBOL PERLAWANAN DAN PELANGGARAN HAK ASASI
​Kudatuli bukan sekadar bentrokan politik. Peristiwa tersebut menjadi simbol bagaimana penggunaan kekuasaan secara represif dapat mengorbankan hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, dan hak masyarakat untuk berorganisasi. Beberapa tahun kemudian pihak korban menanti kejelasan, keadilan, dan pengakuan negara atas penderitaan yang mereka alami hingga tertelan masa.
​MOMENTUM EVALUASI PENEGAKAN HUKUM
​Bagi para saksi pelaku sejarah yang mengalir perjuangan dengan semangat darah merah, peringatan 30 tahun Kudatuli tidak boleh berhenti mengingat. Momentum ini harus menjadi sebuah bagian historis evaluasi bersama apakah negara benar-benar telah menghadirkan perlindungan hukum yang adil bagi seluruh warga tanpa diskriminasi, serta memastikan aparat penegak hukum tidak lagi dijadikan alat kepentingan politik.
​Negara hukum hanya akan bermakna apabila hukum ditegakkan berdasarkan konstitusi, bukan berdasarkan kekuasaan. Demokrasi hanya akan tumbuh apabila kebebasan menyampaikan pendapat dihormati, kritik diterima sebagai bagian dari kontrol publik, dan setiap dugaan pelanggaran HAM diselesaikan melalui mekanisme hukum yang adil dan transparan.
​TANTANGAN DEMOKRASI DAN PEKERJAAN RUMAH BANGSA

​Perjalanan reformasi memang telah membawa banyak perubahan, namun tantangan terhadap demokrasi masih nyata. Kriminalisasi terhadap suara kritis, pembatasan ruang sipil, penyalahgunaan kewenangan, korupsi kelas dewa hingga lemahnya penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masih saja menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
​SERUAN MENJAGA DEMOKRASI
​Dalam semangat 30 tahun Kudatuli, saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah. Bangsa yang besar bukan bangsa yang menghapus masa lalunya, melainkan bangsa yang berani mengakui kesalahan, menegakkan keadilan secara transparan, dan memastikan peristiwa serupa tidak pernah terulang kembali.

​Demokrasi harus dijaga bersama.
Penegakan hukum harus berdiri independen.
Hak asasi manusia harus menjadi fondasi setiap kebijakan negara.
Demokrasi Tidak Pernah Lahir dari sebuah aksi pembungkaman.
​Andi Fajar Yulianto, S.H., M.H.
Direktur YLBH Fajar Trilaksana

Tim Borneo Sinar TV

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polres Gresik Tetapkan Staf PMD Tersangka Penipuan Modus Kelulusan PPPK

10 Juli 2026 - 21:41 WITA

Satlantas Polres Gresik Gelar Ramp Check Bus di Tol Surabaya-Mojokerto

9 Juli 2026 - 22:58 WITA

Polres Gresik Gelar Bhayangkara Fest 2026, Pererat Sinergi dengan Masyarakat

5 Juli 2026 - 14:34 WITA

Kemandirian Pangan Nasional, Personel Polres Gresik Dampingi Sektor Pertanian di Panceng

9 Juni 2026 - 08:45 WITA

Misi Nyata di Polres Gresik: 15 Taruna Akpol Angkatan 58 Siap Terjun ke Lapangan

9 Juni 2026 - 08:27 WITA

Trending di Gresik