BORNEOSINARTVNEWS.COM Tanjung Selor, Kalimantan Utara-Proyek pembangunan jalan dan drainase Semamu 1 dan Semamu 2 pada jalur Malinau-Krayan kembali menjadi sorotan publik, 13 mei 2026.
Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp400 miliar itu menuai perhatian setelah pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Utara menyebut drainase yang dibangun di lokasi tersebut hanya bersifat sementara.
Pernyataan itu disampaikan Dani Wiranto yang disebut menjabat sebagai Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Utara saat menerima konfirmasi sejumlah jurnalis terkait kondisi pekerjaan di lapangan.
Dalam penelusuran lapangan, tim media menemukan beberapa titik drainase berada di kawasan tebing pegunungan yang dinilai masih rawan longsor.
Menurut pengamatan tim media, kondisi lokasi tersebut dinilai belum layak untuk pembangunan drainase permanen karena struktur tanah masih labil dan memerlukan kajian teknis lebih lanjut.
Selain itu, sejumlah lereng di lokasi proyek juga disebut belum mendapat penguatan maksimal untuk mengantisipasi longsor saat musim hujan.
“Itu drainase sementara,” ujar Dani Wiranto kepada awak media.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan proyek jalan perbatasan yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah.
Salah satu sumber menyebut lemahnya pengawasan dapat memicu pemborosan anggaran apabila pekerjaan rusak lalu kembali diperbaiki menggunakan dana negara.
“Kalau pengawasan lemah lalu pekerjaan rusak dan dibangun ulang, tentu masyarakat menilai itu mubazir,” ungkap sumber kepada BORNEOSINARTVNEWS.COM.
Masyarakat dan tokoh warga Krayan kini meminta adanya evaluasi teknis menyeluruh terhadap proyek jalan dan drainase Semamu 1 serta Semamu 2 agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai standar dan kondisi lapangan.
(Tim Redaksi BORNEOSINARTVNEWS.COM)











