Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Berau · 22 Mar 2026 00:13 WITA ·

Keajaiban di Rimba Talisayan: Saat Tupai Liar Mendadak Jinak Talisayan-Kabupaten Berau Kaltim


 Keajaiban di Rimba Talisayan: Saat Tupai Liar Mendadak Jinak Talisayan-Kabupaten Berau Kaltim Perbesar

Talisayan-Kabupaten Berau Kaltim–Borneosinartv Sebuah peristiwa unik dan langka baru saja terjadi di kawasan hutan rimba Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. Seekor tupai yang biasanya dikenal sebagai hewan hutan yang sangat liar dan waspada, secara mengejutkan menunjukkan perilaku yang sangat tenang dan jinak saat berinteraksi dengan manusia.

Fenomena ini tergolong sangat aneh dan jarang ditemui di alam bebas. Secara naluriah, tupai hutan akan langsung melompat menjauh ke dahan pohon yang tinggi hanya dengan merasakan getaran langkah kaki atau melihat gerakan manusia dari jarak jauh. Namun, di lokasi ini, aturan alam tersebut seolah tidak berlaku.

Sentuhan yang Menenangkan

Keanehan semakin terasa saat binatang kecil yang gesit ini justru mendekat dan tampak sangat nyaman, seolah memiliki ikatan batin yang kuat. Momen ini menjadi bukti nyata adanya interaksi harmonis yang tidak terduga antara manusia dan penghuni hutan rimba Berau.

“Ini sangat aneh, karena tupai di hutan rimba biasanya sangat liar dan sulit sekali didekati. Namun, saat bertemu, entah mengapa ia menjadi sangat jinak dan tenang,” ujar saksi mata yang merasakan langsung momen langka tersebut.

Simbol Kelestarian Alam Talisayan

Kecamatan Talisayan memang dikenal memiliki kekayaan hayati yang masih sangat terjaga. Munculnya perilaku satwa liar yang mulai “bersahabat” ini bisa menjadi simbol bahwa alam di pesisir Berau masih memberikan ruang aman bagi interaksi antara manusia dan lingkungannya.

Kejadian ini tidak hanya menjadi cerita unik bagi warga lokal, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan. Jika manusia mampu menjaga ketenangan dan kelestarian alam, maka alam pun akan memberikan respon yang bersahabat.(**)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

5 September 2026 - 17:54 WITA

Wisuda Ke-XVII STIT Muhammadiyah Berau Luluskan 200 Sarjana Siap Mengabdi

3 September 2026 - 12:12 WITA

Kelangkaan BBM di Berau Memprihatinkan, Warga Kesulitan Dapatkan Pasokan

1 September 2026 - 13:15 WITA

Kebakaran Menghanguskan Bangunan di Kampung Kasai, Berau

29 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Kemarau Panjang Memicu Karhutla, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di KM 10 Labanan Berau

23 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Pilu Ibu di Berau: Bayi 14 Hari Diculik Suami dan Mertua Hingga Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Trending di Berau