Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Nasional · 3 Apr 2026 10:35 WITA ·

Laku Spiritual: Menjaga Karakter Tetap Teguh di Tengah Godaan Harta dan Takhta


 Laku Spiritual: Menjaga Karakter Tetap Teguh di Tengah Godaan Harta dan Takhta Perbesar

BANTEN-BORNEOSINARTVNEWS Dalam sebuah ulasan mendalam mengenai pembangunan karakter, Jacob Ereste menggarisbawahi pentingnya menjaga sikap dan sifat konsisten yang berakar pada laku spiritual. Menurutnya, konsistensi bukan sekadar pengulangan tindakan, melainkan buah dari prinsip kuat yang dipadukan dengan kejujuran dan tanggung jawab.

​Fondasi Psikologis dalam Perilaku

​Secara psikologis, konsistensi seseorang sangat ditentukan oleh nilai-nilai internal yang menjadi kompas dalam pengambilan keputusan. Jacob menekankan bahwa karakter, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan benteng utama yang mencegah rapuhnya sikap seseorang.

​Selain faktor internal, motivasi dan tujuan yang jelas menjadi pendorong utama bagi individu untuk tetap berada pada jalur yang diinginkan. “Sikap konsisten menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri, terutama dalam mengelola emosi dan waktu,” tulisnya.

​Pengaruh Lingkungan dan Pengalaman

​Meski kekuatan internal menjadi kunci, Jacob tidak menampik adanya pengaruh eksternal. Lingkungan-mulai dari keluarga, tempat kerja, hingga relasi bisnis-dapat memberikan pengaruh baik positif maupun negatif.

Namun, pengalaman dan pembelajaran dari kesalahan masa lalu justru menjadi guru terbaik yang mendewasakan seseorang untuk lebih konsisten dengan pilihannya.

​Spiritualitas sebagai Penakar Kejujuran

​Wilayah spiritualitas dipandang Jacob sebagai ranah yang maha luas, mencakup etika, budaya, hingga kejujuran pada diri sendiri. Dalam konteks keagamaan, ia mencontohkan ibadah sholat sebagai instrumen untuk menjaga agar api konsistensi tidak meredup.

​”Laku spiritual membantu seseorang terhindar dari sifat munafik dan musyrik. Perilaku sederhana, ugahari (bersahaja), tidak sombong, ikhlas, serta jujur akan senantiasa terpelihara melalui praktik spiritual yang tekun,” jelasnya.

​Membingkai Moral di Tengah Godaan Duniawi

​Di akhir tulisannya, Jacob menegaskan bahwa konsistensi yang tangguh tidak datang secara instan. Ia merupakan hasil dari proses pengembangan diri dan pembentukan karakter yang tahan terhadap godaan materi, kedudukan, atau kekuasaan.

​Laku spiritual dianggap sebagai bingkai yang melindungi etika dan akhlak mulia manusia dari penyakit hati seperti keculasan dan kerakusan. Dengan spiritualitas yang terjaga, orientasi hidup manusia tidak lagi sekadar mengejar nilai-nilai duniawi semata, melainkan pada kemuliaan batin yang lebih hakiki.

​Banten, Jumat, 3 April 2026

Oleh: Jacob Ereste

Redaksi Borneosinartvnews (**)

Artikel ini telah dibaca 540 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemdes Santan Ulu Gelar Musrenbangdesa RKPDes dan RKPD 2027

20 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Kasus Andreas Pujiono Naik Penyidikan, Pengamat Puji Polres Madiun

20 Agustus 2026 - 03:28 WITA

Arda Fitriana Latih Ibu Rumah Tangga Bisnis dari Rumah

19 Agustus 2026 - 11:32 WITA

Modus Baru Peredaran Rokok Ilegal, Truk Muatan Garam Diduga Jadi Kamuflase

18 Agustus 2026 - 18:22 WITA

Investasi China 3.000 Hektare di Bangkalan Dikritik, KAKI Jatim: Jangan Korbankan Lahan Rakyat!

14 Agustus 2026 - 09:17 WITA

Hari Gajah Sedunia 2026: Difpala, LINKSOS, dan Geopix Gelar Pentas Seni Inklusif

10 Agustus 2026 - 10:17 WITA

Trending di Nasional