TANJUNG SELOR-KALIMANTAN UTARA- BORNEOSINARTVNEWS.COM-Sabtu, 10 Mei 2026-Harga gas elpiji 5,5 kilogram atau Bright Gas di wilayah Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara, dilaporkan melonjak tajam dan memicu keresahan masyarakat. Di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Kilo Dua dan sekitarnya, harga yang sebelumnya berkisar Rp120 ribu kini naik drastis hingga mencapai Rp160 ribu per tabung.
Kenaikan tersebut dinilai tidak wajar dan memunculkan dugaan adanya persoalan dalam distribusi maupun pengendalian harga di tingkat lapangan.
Tim BORNEOSINARTVNEWS.COM menemukan keluhan warga mulai bermunculan dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan elpiji dengan harga normal, sementara kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil tetap harus berjalan setiap hari.
“Biasanya masih Rp120 ribu, sekarang sudah Rp160 ribu. Kalau terus begini masyarakat kecil bisa makin susah,” ujar seorang warga di kawasan Kilo Dua.
Warga menilai lonjakan harga yang terjadi secara tiba-tiba patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun instansi pengawas distribusi energi. Mereka menduga ada rantai distribusi yang tidak berjalan normal hingga berdampak langsung pada harga di tingkat masyarakat.
“Kenaikannya terlalu tinggi. Masyarakat menengah ke bawah makin terjepit. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kondisi ini,” ungkap narasumber lainnya.
Situasi tersebut juga dikeluhkan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada elpiji untuk aktivitas sehari-hari. Mereka mengaku biaya operasional meningkat tajam akibat harga gas yang terus merangkak naik.
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian warga mulai membatasi penggunaan elpiji demi menekan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini memicu kekhawatiran jika lonjakan harga terus terjadi tanpa pengawasan dan tindakan nyata dari pihak terkait.
Masyarakat mendesak pemerintah serta aparat pengawas segera turun melakukan pengecekan distribusi dan stabilisasi harga agar tidak terjadi dugaan permainan yang merugikan warga kecil.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab melonjaknya harga elpiji 5,5 kilogram di wilayah Tanjung Selor tersebut.(boni)











