Menu

Mode Gelap
Tiga Dekade Mengabdi, Koperasi Apel Sejahtera Muara Jawa Sukses Transformasi Modal Ratusan Ribu Menjadi Ratusan Juta Redaksi Borneo Sinar TV Klarifikasi dan Ralat Pemberitaan Terkait PT Saka, Mantan Camat Segah Pak Eben Tegaskan Tidak Terlibat Proyek Jalan Malinau-Krayan Kembali Disorot, Publik Pertanyakan Fungsi Satker PUPR Dalam Pengawasan Biadab! Petani di Bulungan Dikeroyok Oknum Pengurus Koperasi, Wajah Korban Luka Berlubang Tokoh Maluang Desak Kapolri Sikat Mafia BBM di Berau!

Bulungan · 10 Mei 2026 10:09 WITA ·

Harga Elpiji 5,5 Kilogram di Tanjung Selor Tembus Rp160 Ribu, Warga Curiga Ada Permainan Distribusi


 Harga Elpiji 5,5 Kilogram di Tanjung Selor Tembus Rp160 Ribu, Warga Curiga Ada Permainan Distribusi Perbesar

TANJUNG SELOR-KALIMANTAN UTARA- BORNEOSINARTVNEWS.COM-Sabtu, 10 Mei 2026-Harga gas elpiji 5,5 kilogram atau Bright Gas di wilayah Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara, dilaporkan melonjak tajam dan memicu keresahan masyarakat. Di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Kilo Dua dan sekitarnya, harga yang sebelumnya berkisar Rp120 ribu kini naik drastis hingga mencapai Rp160 ribu per tabung.

Kenaikan tersebut dinilai tidak wajar dan memunculkan dugaan adanya persoalan dalam distribusi maupun pengendalian harga di tingkat lapangan.

Tim BORNEOSINARTVNEWS.COM menemukan keluhan warga mulai bermunculan dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan elpiji dengan harga normal, sementara kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil tetap harus berjalan setiap hari.

“Biasanya masih Rp120 ribu, sekarang sudah Rp160 ribu. Kalau terus begini masyarakat kecil bisa makin susah,” ujar seorang warga di kawasan Kilo Dua.

Warga menilai lonjakan harga yang terjadi secara tiba-tiba patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun instansi pengawas distribusi energi. Mereka menduga ada rantai distribusi yang tidak berjalan normal hingga berdampak langsung pada harga di tingkat masyarakat.

“Kenaikannya terlalu tinggi. Masyarakat menengah ke bawah makin terjepit. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kondisi ini,” ungkap narasumber lainnya.

Situasi tersebut juga dikeluhkan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada elpiji untuk aktivitas sehari-hari. Mereka mengaku biaya operasional meningkat tajam akibat harga gas yang terus merangkak naik.

Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian warga mulai membatasi penggunaan elpiji demi menekan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini memicu kekhawatiran jika lonjakan harga terus terjadi tanpa pengawasan dan tindakan nyata dari pihak terkait.

Masyarakat mendesak pemerintah serta aparat pengawas segera turun melakukan pengecekan distribusi dan stabilisasi harga agar tidak terjadi dugaan permainan yang merugikan warga kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab melonjaknya harga elpiji 5,5 kilogram di wilayah Tanjung Selor tersebut.(boni)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Biadab! Petani di Bulungan Dikeroyok Oknum Pengurus Koperasi, Wajah Korban Luka Berlubang

11 Mei 2026 - 19:46 WITA

Konsolidasi Sengkawit Menguat, Buruh Kaltara Satu Komando Suarakan Aspirasi di Cafeteria

30 April 2026 - 23:47 WITA

Kantor Satker Provinsi Kaltara Tanpa Papan Nama, Dugaan Minim Transparansi Menguat

30 April 2026 - 13:39 WITA

Pelarian Berakhir, DPO Korupsi ASITA Kaltara Diringkus di Sulawesi Selatan

23 April 2026 - 20:55 WITA

Pelayanan Dipertanyakan, Jurnalis dan Ketua LIN Diminta Keluar dari Ruang Tunggu Bina Marga PUPR Kaltara

14 April 2026 - 17:16 WITA

Kasus Korupsi Pertambangan: Mantan Bupati Nunukan Dipanggil Penyidik Kejati Kaltara

10 April 2026 - 13:37 WITA

Trending di Bulungan