Menu

Mode Gelap
Tiga Dekade Mengabdi, Koperasi Apel Sejahtera Muara Jawa Sukses Transformasi Modal Ratusan Ribu Menjadi Ratusan Juta Redaksi Borneo Sinar TV Klarifikasi dan Ralat Pemberitaan Terkait PT Saka, Mantan Camat Segah Pak Eben Tegaskan Tidak Terlibat Proyek Jalan Malinau-Krayan Kembali Disorot, Publik Pertanyakan Fungsi Satker PUPR Dalam Pengawasan Biadab! Petani di Bulungan Dikeroyok Oknum Pengurus Koperasi, Wajah Korban Luka Berlubang Tokoh Maluang Desak Kapolri Sikat Mafia BBM di Berau!

Bulungan · 11 Mei 2026 19:46 WITA ·

Biadab! Petani di Bulungan Dikeroyok Oknum Pengurus Koperasi, Wajah Korban Luka Berlubang


 Biadab! Petani di Bulungan Dikeroyok Oknum Pengurus Koperasi, Wajah Korban Luka Berlubang Perbesar

BULUNGAN-BORNEOSINARTVNEWS Aksi premanisme sadis kembali mencoreng kondusivitas di Kabupaten Bulungan. Seorang petani bernama Andi Ahmadong (48) menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh oknum ketua dan anggota sebuah koperasi di kawasan perkebunan kelapa sawit SP4 Tanjung Agung.

​Kronologi Kejadian

​Peristiwa berdarah ini terjadi pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sedang berada di kebun sawit plasma Desa Jelarai Selor, tepatnya di jalur PT Borneo Plantation, Kecamatan Tanjung Selor, saat aksi kekerasan tersebut terjadi.

​Korban diduga dikeroyok oleh lebih dari satu orang, termasuk oknum petinggi koperasi setempat, yang mengakibatkan korban mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

​Kondisi Korban Memprihatinkan

​Hasil pantauan tim media di BLUD RSD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menunjukkan kondisi korban yang sangat mengenaskan. Andi Ahmadong mengalami luka robek menganga yang tampak seperti lubang di bagian pipi kanan akibat hantaman benda keras. Selain itu, terdapat luka memar dan pendarahan di area wajah yang menunjukkan intensitas kekerasan yang dialami korban.

​Laporan Resmi ke Polresta Bulungan

​Tak butuh waktu lama, pihak keluarga yang merasa keberatan langsung mendatangi Markas Polresta Bulungan untuk menuntut keadilan. Laporan tersebut resmi diterima dengan nomor:

​TBL/83/V/2026/SPKT/POLRESTA BULUNGAN/POLDA KALTARA

​Laporan tersebut ditandatangani oleh Kanit SPKT Polresta Bulungan, IPDA Rifaldi Ali Ma’ruf, S.Tr.K., dengan klasifikasi dugaan Tindak Pidana Penganiayaan.

​Desakan Keluarga: Tangkap Pelaku Sekarang!

​Keluarga korban mendesak Kapolresta Bulungan untuk segera bertindak tegas dan melakukan jemput paksa terhadap para pelaku. Mereka menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi aksi premanisme di Bumi Tenguyun.

​”Kami minta aparat kepolisian menangani kasus ini dengan tuntas. Ini bukan hanya soal pemukulan, tapi penganiayaan berat yang sangat kejam. Kami ingin para pelaku segera ditangkap dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Jangan biarkan aksi premanisme merajalela di Bulungan,” tegas salah satu perwakilan keluarga korban.

​Menunggu Ketegasan Aparat

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat luas memantau perkembangan kasus ini. Penegakan hukum yang transparan dan tanpa pandang bulu sangat diharapkan guna memberikan rasa aman bagi warga, khususnya para petani di sektor perkebunan sawit.

​ Redaksi Borneo Sinar TV (**)

Artikel ini telah dibaca 148 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Harga Elpiji 5,5 Kilogram di Tanjung Selor Tembus Rp160 Ribu, Warga Curiga Ada Permainan Distribusi

10 Mei 2026 - 10:09 WITA

Konsolidasi Sengkawit Menguat, Buruh Kaltara Satu Komando Suarakan Aspirasi di Cafeteria

30 April 2026 - 23:47 WITA

Kantor Satker Provinsi Kaltara Tanpa Papan Nama, Dugaan Minim Transparansi Menguat

30 April 2026 - 13:39 WITA

Pelarian Berakhir, DPO Korupsi ASITA Kaltara Diringkus di Sulawesi Selatan

23 April 2026 - 20:55 WITA

Pelayanan Dipertanyakan, Jurnalis dan Ketua LIN Diminta Keluar dari Ruang Tunggu Bina Marga PUPR Kaltara

14 April 2026 - 17:16 WITA

Kasus Korupsi Pertambangan: Mantan Bupati Nunukan Dipanggil Penyidik Kejati Kaltara

10 April 2026 - 13:37 WITA

Trending di Bulungan