BULUNGAN-BORNEOSINARTVNEWS Aksi premanisme sadis kembali mencoreng kondusivitas di Kabupaten Bulungan. Seorang petani bernama Andi Ahmadong (48) menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan oleh oknum ketua dan anggota sebuah koperasi di kawasan perkebunan kelapa sawit SP4 Tanjung Agung.
Kronologi Kejadian
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sedang berada di kebun sawit plasma Desa Jelarai Selor, tepatnya di jalur PT Borneo Plantation, Kecamatan Tanjung Selor, saat aksi kekerasan tersebut terjadi.
Korban diduga dikeroyok oleh lebih dari satu orang, termasuk oknum petinggi koperasi setempat, yang mengakibatkan korban mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kondisi Korban Memprihatinkan
Hasil pantauan tim media di BLUD RSD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menunjukkan kondisi korban yang sangat mengenaskan. Andi Ahmadong mengalami luka robek menganga yang tampak seperti lubang di bagian pipi kanan akibat hantaman benda keras. Selain itu, terdapat luka memar dan pendarahan di area wajah yang menunjukkan intensitas kekerasan yang dialami korban.
Laporan Resmi ke Polresta Bulungan
Tak butuh waktu lama, pihak keluarga yang merasa keberatan langsung mendatangi Markas Polresta Bulungan untuk menuntut keadilan. Laporan tersebut resmi diterima dengan nomor:
TBL/83/V/2026/SPKT/POLRESTA BULUNGAN/POLDA KALTARA
Laporan tersebut ditandatangani oleh Kanit SPKT Polresta Bulungan, IPDA Rifaldi Ali Ma’ruf, S.Tr.K., dengan klasifikasi dugaan Tindak Pidana Penganiayaan.
Desakan Keluarga: Tangkap Pelaku Sekarang!
Keluarga korban mendesak Kapolresta Bulungan untuk segera bertindak tegas dan melakukan jemput paksa terhadap para pelaku. Mereka menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi aksi premanisme di Bumi Tenguyun.
”Kami minta aparat kepolisian menangani kasus ini dengan tuntas. Ini bukan hanya soal pemukulan, tapi penganiayaan berat yang sangat kejam. Kami ingin para pelaku segera ditangkap dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Jangan biarkan aksi premanisme merajalela di Bulungan,” tegas salah satu perwakilan keluarga korban.
Menunggu Ketegasan Aparat
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat luas memantau perkembangan kasus ini. Penegakan hukum yang transparan dan tanpa pandang bulu sangat diharapkan guna memberikan rasa aman bagi warga, khususnya para petani di sektor perkebunan sawit.
Redaksi Borneo Sinar TV (**)











