BORNEOSINARTVNEWS-BIDUK-BIDUK-BERAU-KAKTIM Sektor pariwisata di Kecamatan Biduk-biduk terus menggeliat, namun tata kelola pelayanan transportasi laut di lapangan dinilai masih memerlukan pembenahan. Para pelaku usaha jasa transportasi dan pengantar wisata di Kampung Teluk Sulaiman secara terbuka mendesak adanya penerapan sistem antrian yang tertib serta pemerataan kesempatan usaha bagi seluruh warga lokal.
Saat dikonfirmasi langsung pada hari ini, Kamis (21/05/2026), oleh Kepala Perwakilan Berau Borneo Sinar TV, Rasidin, yang turun ke lapangan dengan mengenakan seragam hitam khas media, salah seorang pelaku usaha senior, Pak Hairil, menyampaikan aspirasi penting terkait carut-marutnya sistem pelayanan di sana. Pak Hairil yang merupakan pengantar wisata sejak tahun 2005, menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 10 kapal yang rutin lalu-lalang melayani wisatawan dengan tujuan utama ke arah Pulau Kaniungan dan Labuan Cermin.
Guna melengkapi dan memperkuat keabsahan informasi tersebut, Kepala Perwakilan Berau Borneo Sinar TV, Rasidin, juga melakukan konfirmasi terpisah via sambungan telepon dengan pihak terkait di tempat berbeda. Melalui wawancara telepon tersebut, diperoleh penguatan data yang menyatakan bahwa kondisi riil di lapangan memang sesuai dengan apa yang dikeluhkan oleh warga dan pelaku usaha lokal.
Aspirasi ini disampaikan agar menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kampung Teluk Sulaiman di bawah kepemimpinan Kepala Kampung, Yusriansyah, serta instansi vertikal terkait.
Desakan Aturan kepada Perhubungan Laut
Berdasarkan hasil pemantauan tim media di lapangan serta konfirmasi yang dihimpun, para pelaku usaha mendesak instansi Perhubungan Laut atau Dinas Perhubungan terkait untuk segera turun tangan menyusun aturan tata cara operasional kapal wisata yang jelas dan mengikat.
Sistem ‘jalur khusus’ atau praktik langganan sepihak di kawasan Ujung Teluk diminta untuk dihapus secara permanen. Pelaku usaha berharap media Borneo Sinar TV dapat menjadi penyambung lidah kepada pihak Perhubungan agar regulasi yang adil dan transparan segera diberlakukan demi menjaga ketertiban bersama.
Pemerataan Kesempatan Berusaha
Dengan jumlah armada yang mencapai lebih dari 10 unit, warga pemilik kapal lokal lainnya menuntut pelibatan yang merata dalam pelayanan wisatawan. Selama ini, sejumlah pemilik kapal merasa belum mendapatkan kesempatan yang sama untuk menarik penumpang.
”Tujuannya sederhana, yaitu agar seluruh warga Kampung Teluk Sulaiman bisa sama-sama mencari nafkah, berbagi rezeki, dan merasakan manfaat langsung dari potensi wisata yang ada di daerah kami sendiri,” pungkas Pak Hairil saat diwawancarai tim Borneo Sinar TV.
Melalui pendampingan di lokasi dan penguatan konfirmasi via sambungan telepon pada hari Kamis ini, masyarakat berharap pihak Dinas Perhubungan dan pemerintah kampung dapat segera merespons serta mengevaluasi sistem yang ada. Hal ini demi terwujudnya perputaran ekonomi pariwisata yang berkeadilan dan tertib bagi seluruh lapisan masyarakat Kampung Teluk Sulaiman.
Pawarta: Rasidin (Kepala Perwakilan Berau)
Redaksi: Borneo Sinar TV News.











