Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Surabaya · 29 Jun 2026 01:12 WITA ·

AMI Tolak Keras Pemekaran Dapil Surabaya: “Demokrasi Bukan Mainan Politik!”


 AMI Tolak Keras Pemekaran Dapil Surabaya: “Demokrasi Bukan Mainan Politik!” Perbesar

SURABAYA –BORNEOSINARTVNEWS.COM Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap wacana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) di Kota Surabaya. AMI menilai kebijakan tersebut bukanlah kebutuhan mendesak masyarakat dan berisiko memicu polemik baru dalam proses demokrasi.

​Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemekaran dapil tidak seharusnya menjadi prioritas di tengah banyaknya persoalan krusial yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, isu-isu seperti penyediaan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran jauh lebih mendesak untuk ditangani.

​”Kami menolak wacana pemekaran dapil jika hanya didasarkan pada kepentingan politik tertentu. Demokrasi harus dibangun untuk memperkuat representasi rakyat, bukan menjadi instrumen bagi segelintir pihak untuk memuluskan kepentingan mereka,” ujar Baihaki dengan tegas.

​Baihaki menekankan bahwa setiap perubahan konfigurasi dapil harus memiliki landasan yang kuat dan transparan. Tujuannya harus murni untuk meningkatkan kualitas keterwakilan masyarakat, bukan sekadar memodifikasi peta politik jelang kontestasi pemilu.

​AMI juga mengingatkan penyelenggara pemilu untuk menjaga independensi. Pihaknya mewanti-wanti agar tidak ada kebijakan yang memicu persepsi publik bahwa perubahan dapil dilakukan untuk menguntungkan kelompok politik tertentu.

​”Jangan sampai energi bangsa habis hanya untuk membahas perubahan dapil, sementara masalah nyata di masyarakat belum terselesaikan. Rakyat butuh solusi konkret, bukan manuver politik yang hanya menambah beban demokrasi,” lanjutnya.

​Lebih lanjut, AMI mendesak semua pihak agar lebih mengutamakan kepentingan publik dibandingkan kepentingan elektoral. Organisasi ini menegaskan bahwa jika perubahan dapil memang harus dilakukan, prosesnya wajib melalui kajian akademis yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik yang luas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

​”AMI akan terus mengawal kebijakan demokrasi agar tetap berpihak kepada rakyat, bukan kepentingan politik sesaat. Demokrasi adalah milik rakyat, sehingga setiap perubahan sistem harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kecurigaan dan perpecahan,” tutup Baihaki.

Resaksi borneosinartvnews.com (red)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Cara Anak Muda Temukan Arah Hidup Lewat Peran Bertuhan

1 September 2026 - 13:02 WITA

​Masyarakat Nanti Bareskrim “Sapu Bersih” THM di Surabaya

21 Agustus 2026 - 23:01 WITA

Didi Sungkono: Gugatan Perdata Tak Otomatis Hentikan Laporan Pidana

12 Agustus 2026 - 02:14 WITA

Acara Keluarga yang Hangat dan Praktis, Venue Resto Jadi Pilihan Baru Pasangan Muda di Surabaya

11 Agustus 2026 - 16:57 WITA

Beda Perawatan Kulit Usia 20 vs 30 Tahun Menurut Pakar

10 Agustus 2026 - 11:34 WITA

Arus Peti Kemas TPS Tetap Menunjukkan Tren Positif Pada Bulan Juli 2026

9 Agustus 2026 - 07:33 WITA

Trending di Surabaya