Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Surabaya · 30 Jun 2026 13:55 WITA ·

LPKAN: Tata Kelola CNG Harus Antikorupsi


 LPKAN: Tata Kelola CNG Harus Antikorupsi Perbesar

SURABAYA – BORNEOSINARTVNRWS. COM Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu organ masyarakat sipil pengawas kebijakan publik, mendukung langkah Pemerintah untuk mempercepat konversi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG). Program ini dinilai strategis dan urgent untuk mewujudkan hilirisasi energi domestik serta mengurangi ketergantungan impor yang membebani fiskal negara.

​Urgensi Kedaulatan Energi

​Dewan Pembina DPD LPKAN Indonesia Provinsi Jawa Timur, Farid Harja, menyebut urgensi ini muncul karena kerentanan energi nasional masih sangat tinggi. Meskipun ketegangan di kawasan Selat Hormuz telah mereda, dampaknya terhadap harga minyak dan gas global membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pulih sepenuhnya.

​”Selat Hormuz boleh sudah aman, tapi gejolaknya meninggalkan bekas. Harga energi dunia tetap fluktuatif dan rawan. Ini bukti bahwa selama kita masih 80% impor LPG, kedaulatan energi kita ada di tangan orang lain. Konversi ke CNG dari gas domestik adalah jawabannya,” tegas Farid, Senin (29/6/2026).

​Pernyataan ini sejalan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menegaskan bahwa “masalahnya bukan tidak ada gas. Gas ada, tapi harga LNG-nya yang mahal” akibat biaya transportasi dan regasifikasi. Bahkan, Bahlil menyebut sumur-sumur di wilayah Jawa Timur produksinya telah sesuai target lifting.

​”Jika gasnya ada dan target lifting terpenuhi seperti yang disampaikan Pak Menteri, maka tidak ada alasan untuk menunda. CNG berbasis gas domestik adalah pilihan paling rasional untuk menurunkan beban devisa Rp130 triliun – Rp150 triliun per tahun dan membuat harga energi 30% hingga 40% lebih murah bagi masyarakat,” ujar Farid.

​Catatan Kritis dan Pengawasan LPKAN

​Data ESDM menunjukkan konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta metrik ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya 1,8 juta metrik ton. Artinya, hampir 80% kebutuhan LPG, termasuk di Jawa Timur, masih dipenuhi dari impor.

​Namun, LPKAN memberikan catatan kritis. Program strategis sebesar ini hanya akan berhasil jika dikelola secara profesional dan akuntabel dari awal. “Keberhasilan konversi CNG sangat ditentukan oleh tata kelolanya. Payung hukumnya harus jelas, detail, dan transparan. Jangan sampai ada satu celah pun yang bisa dimanfaatkan untuk praktik-praktik yang merugikan negara. Pengelolaannya harus profesional, dari hulu infrastruktur sampai hilir distribusi,” tegas Farid.

​Desakan LPKAN kepada Pemerintah

​Agar program berjalan tepat sasaran, LPKAN mendesak Pemerintah, khususnya Presiden dan Menteri ESDM, untuk melakukan hal-hal berikut:

​Mengesahkan Regulasi yang Anti-Celah: Segera terbitkan payung hukum CNG yang komprehensif. Atur secara rinci soal standar teknis, skema harga, dan mekanisme pengadaan agar tidak ada ruang untuk korupsi.

​Menjamin Transparansi Total: Seluruh proses pengadaan infrastruktur, konverter kit, dan penunjukan mitra bisnis wajib dibuka untuk pengawasan publik dan lembaga masyarakat sipil.

​Menunjuk SDM dan Penanggung Jawab Kompeten: Pastikan setiap lini dikelola oleh SDM yang ahli dan profesional, dengan penanggung jawab yang jelas dan dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

​”LPKAN menyatakan sikap: Kami mendukung penuh CNG untuk kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. Tapi dukungan ini akan kami kawal ketat. Jangan sampai program yang tujuannya menghemat negara, justru bocor karena buruknya manajemen pengelolaannya,” pungkas Farid Harja.

​(Redho Fitriyadi)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Cara Anak Muda Temukan Arah Hidup Lewat Peran Bertuhan

1 September 2026 - 13:02 WITA

​Masyarakat Nanti Bareskrim “Sapu Bersih” THM di Surabaya

21 Agustus 2026 - 23:01 WITA

Didi Sungkono: Gugatan Perdata Tak Otomatis Hentikan Laporan Pidana

12 Agustus 2026 - 02:14 WITA

Acara Keluarga yang Hangat dan Praktis, Venue Resto Jadi Pilihan Baru Pasangan Muda di Surabaya

11 Agustus 2026 - 16:57 WITA

Beda Perawatan Kulit Usia 20 vs 30 Tahun Menurut Pakar

10 Agustus 2026 - 11:34 WITA

Arus Peti Kemas TPS Tetap Menunjukkan Tren Positif Pada Bulan Juli 2026

9 Agustus 2026 - 07:33 WITA

Trending di Surabaya