Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ??

Jakarta · 20 Agu 2026 18:23 WITA ·

KAKI Jatim Dukung Jenderal Gatot Soal Meritokrasi TNI


 KAKI Jatim Dukung Jenderal Gatot Soal Meritokrasi TNI Perbesar

JAKARTA –BIRNEISINARTVNEWS.COM Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo mengenai pentingnya meritokrasi dan netralitas TNI mendapat dukungan dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur.

​Ketua KAKI Jatim, Moh. Hosen, menilai kepemimpinan di tubuh TNI harus dibangun berdasarkan prestasi, kemampuan, integritas, pengalaman dan profesionalisme, bukan kedekatan politik atau kepentingan tertentu.

​“Kami mendukung apa yang disampaikan Jenderal Gatot. TNI harus tetap profesional dan netral. Jabatan harus diberikan kepada prajurit berdasarkan kemampuan, prestasi dan pengabdian,” ujar Hosen, Kamis (20/08/2026).

​Gatot sebelumnya menyampaikan pandangan tersebut dalam webinar “Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab” yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), Rabu (19/8/2026).

​Menurut Gatot, rusaknya sistem merit dapat menimbulkan frustrasi di kalangan prajurit yang telah bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa dalam menjalankan tugas.

​“Untuk apa saya ke Papua sampai berdarah-darah, untuk apa saya berjuang, tapi ternyata yang naik orang yang tentara salon,” ujar Gatot.

​Ia juga mengingatkan agar prajurit tidak mengejar jabatan melalui kedekatan dengan kekuatan politik.

​“Orang-orang seperti itu adalah pelacur politik. Tentara itu tidak boleh begitu. Dia hanya bekerja, bekerja, bekerja yang terbaik untuk negeri ini. Biarkan pangkat pun adalah penghargaan,” tegasnya.

​KAKI Jatim: TNI Harus Tetap Netral

​Hosen menilai meritokrasi bukan sekadar persoalan karier prajurit, tetapi berkaitan langsung dengan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap TNI.

​“TNI merupakan institusi strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Karena itu, kepemimpinan TNI harus diisi prajurit yang memiliki kemampuan, pengalaman, integritas dan rekam jejak pengabdian yang jelas,” kata Hosen.

​Ia mengingatkan agar kepentingan politik praktis tidak memengaruhi proses pembinaan karier maupun penempatan jabatan di tubuh TNI.

​“Jangan sampai kedekatan politik mengalahkan prestasi. Kalau meritokrasi dijaga, profesionalisme dan netralitas TNI juga akan semakin kuat,” tegasnya.

​Selain meritokrasi, KAKI Jatim juga mendukung perhatian Gatot terhadap ancaman perang informasi di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

​Menurut Hosen, disinformasi, manipulasi narasi dan konten sintetis dapat mengikis kepercayaan masyarakat serta memicu polarisasi.

​“Perang informasi harus dihadapi dengan ketahanan informasi. Masyarakat harus cerdas memilah informasi agar tidak mudah terprovokasi dan diadu domba,” ujarnya.

​KAKI Jatim berharap TNI tetap menjadi institusi yang profesional, solid dan netral serta tidak terseret kepentingan politik praktis.

​“Kekuatan TNI bukan hanya pada alutsista, tetapi juga pada kualitas prajurit, kepemimpinan yang berintegritas dan kepercayaan rakyat,” pungkas Hosen. (Redho)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Nur Syifa Nadiastuti, Perwakilan Sulawesi Selatan, Raih Best Influencer Putra Putri Batik Nusantara 2026

22 Oktober 2026 - 16:15 WITA

KAKI Jatim Soroti Pernyataan Rocky Gerung: Masuk Istana Harus Bawa Integritas, Bukan Ikut Arus Kekuasaan

16 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Pungli hingga Rp250 Juta dan Krisis Air Bersih di Rutan Pondok Bambu Terungkap

1 Oktober 2026 - 09:59 WITA

LPKAN Serukan Aparatur Negara “All Out” Mengabdi

16 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit buktikan kinerja dan layak didukung penuh

11 Agustus 2026 - 00:02 WITA

DePA-RI dan UNUSIA Sepakati Kerja Sama PKPA

25 Juli 2026 - 19:39 WITA

Trending di Jakarta