BERAU, BORNEOSINARTVNEWS.COM 9 Oktober 2026 — Di tengah kelangkaan Bahan Bakar wsMinyak jenis solar yang dirasakan masyarakat, aktivitas bongkar muat kapal LCT milik PT Bumi Energy Barakah di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, kian menjadi sorotan. Aktivitas tersebut diduga memanfaatkan jalur tikus ilegal serta diduga tidak mengantongi izin tambat resmi, namun hingga kini operasionalnya terpantau tetap berjalan lancar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat yang enggan disebutkan namanya, BBM jenis solar tersebut diduga diambil langsung dari kapal tugboat di wilayah perairan sungai kawasan bawah Muara Berau, tepatnya daerah Kiani, lalu dimuat ke kapal LCT.
Di sisi lain, pihak Syahbandar menyatakan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan pihak Polairud. Kendati demikian, belum terlihat adanya penindakan tegas di lapangan sehingga memicu dugaan miring dan kekecewaan publik.
Awak media juga telah berupaya melakukan konfirmasi langsung di lapangan. Salah satu Anak Buah Kapal yang tak mau disebutkan namanya sempat mengarahkan media untuk menghubungi pihak pemilik perusahaan. Namun, ABK tersebut tidak memberikan nomor kontak maupun informasi akses yang bisa dihubungi.
Akibat terputusnya komunikasi dan tidak adanya kejelasan dari pihak manajemen PT Bumi Energy Barakah, berita ini akhirnya diterbitkan. Pihak media tetap terbuka dan menunggu klarifikasi resmi dari pemilik perusahaan serta instansi berwenang demi keberimbangan informasi (TIM)











