BERAU, KALTIM –BORNEOSINARTVNEWS.COM Rabu, 28 Oktober 2026. Di tengah deru mesin kendaraan dan kesibukan roda ekonomi yang berputar setiap hari di Kabupaten Berau, sebuah ancaman senyap kembali mengusik ketenangan warga. Peredaran uang diduga palsu kini kembali menghantui dan menyasar ruang-ruang publik, salah satunya menimpa area pelayanan masyarakat di SPBU Gunung Tabur, Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau.
Peristiwa yang menyita perhatian ini terjadi di tengah padatnya aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM). Kehadiran warga dan awak media yang secara kebetulan berada di lokasi mendadak diwarnai ketegangan saat mendapati temuan lembaran uang pecahan seratus ribu rupiah yang terindikasi kuat sebagai uang palsu.
Ditemui langsung di lokasi oleh tim redaksi Borneo Sinar TV, salah seorang petugas pengawas SPBU bernama Agus menceritakan detik-detik bagaimana uang tersebut bisa lolos dari pengawasannya. Dengan nada lugas, Agus memaparkan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kecurigaan di awal transaksi.
“Kenapa tidak langsung diraba-raba atau diperiksa lebih teliti? Karena saat itu kami berada dalam situasi yang sangat sibuk melayani para pembeli BBM yang mengantre panjang. Kami menyangka uang pecahan itu normal karena tidak tahu bahwa itu adalah uang palsu,” ungkap Agus saat diwawancarai.
Kecut dan rasa kaget baru mulai menyergap ketika situasi berangsur lengang. Saat Agus merapikan serta menyusun kembali tumpukan uang hasil transaksi, ia merasakan ada kejanggalan yang mencolok. Tekstur kertasnya terasa berbeda dari lembaran uang pada umumnya. Ketika lembaran tersebut dibuka dan dibentangkan lebih dekat, kenyataan pahit pun terungkap—kertas uang tersebut mendadak terbelah dan rapuh, membuktikan bahwa dirinya telah menjadi korban kejahatan peredaran uang palsu.
Sebuah Peringatan Pilu bagi Pedagang dan Rakyat Kecil
Kisah yang dialami Agus di SPBU Maluang ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan sebuah alarm keras bagi kita semua. Bayangkan betapa hancurnya perasaan seorang pedagang kecil, pengemudi, atau buruh harian yang bekerja berpeluh keringat seharian, namun hasil jerih payahnya justru dibayar dengan uang palsu. Keuntungan yang seharusnya dibawa pulang untuk keluarga seketika lenyap, menyisakan kerugian dan kepedihan yang mendalam.
Oleh karena itu, melalui informasi ini, seluruh warga masyarakat, pemilik warung, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kecil di penjuru Kabupaten Berau diminta untuk membuka mata dan meningkatkan kewaspadaan ekstra. Jangan biarkan jerih payah dan keringat halal Anda dirampas oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesibukan harian.
Seruan Tegas Kepada Aparat Penegak Hukum
Melihat kondisi yang semakin meresahkan ini, warga dan insan pers mendesak jajaran Kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Berau untuk segera bergerak cepat. APH diharapkan dapat melakukan penyelidikan mendalam, mengusut tuntas, serta memburu jaringan sindikat pengedar uang palsu yang tega memangsa masyarakat kecil di Bumi Batiwakkal.
Tips Singkat Menjaga Diri dari Jerat Uang Palsu:
* Sempatkan Wajib 3D: Seberapa pun padat dan sibuknya antrean pembeli, biasakan untuk selalu Dilihat, Diraba, dan Diterawang setiap kali menerima uang tunai pecahan besar.
* Jangan Ragu Memeriksa: Ketegasan sesaat jauh lebih baik daripada menanggung kerugian di kemudian hari.
* Segera Laporkan: Jika Anda menemukan gelagat mencurigakan atau mendapati peredaran uang palsu, amankan bukti dan segera laporkan kepada pihak berwajib terdekat.
Mari saling menjaga, saling mengingatkan, dan melindungi sesama warga Berau dari kejahatan yang mengintai di balik kesibukan kita sehari-hari
Redaksi borneosinartcnews. com
(Red )











