Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ??

Nasional · 9 Jan 2026 22:35 WITA ·

Aceh Berduka  Kronologi Banjir Besar yang Melumpuhkan Serambi Mekkah dan Renggut Ratusan Nyawa


 Aceh Berduka  Kronologi Banjir Besar yang Melumpuhkan Serambi Mekkah dan Renggut Ratusan Nyawa Perbesar

Aceh Berduka  Kronologi Banjir Besar yang Melumpuhkan Serambi Mekkah dan Renggut Ratusan Nyawa

ACEH – BORNEOSINARTVNEWS :◊Tanah Serambi Mekkah kembali dirundung duka mendalam. Sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki Januari 2026, rangkaian banjir besar telah mengubah wajah pemukiman warga menjadi lautan lumpur dan meninggalkan luka yang menganga bagi ribuan keluarga Jumat(09/01/2026)

Awal Bencana: Langit Kelabu di Akhir November

Duka bermula pada penghujung November 2025. Hujan yang turun tanpa henti akibat siklon tropis memicu luapan sungai-sungai besar di Aceh Utara dan Aceh Timur. Dalam sekejap, ribuan rumah terendam, memaksa warga meninggalkan harta benda demi menyelamatkan nyawa di tengah kegelapan malam.

Desember Hitam: Puncak Krisis dan Kehilangan

Bulan Desember menjadi periode paling kelam. Banjir meluas hingga ke 18 kabupaten/kota, mengisolasi desa-desa, dan memutus akses komunikasi. Suara gemuruh air yang menghanyutkan bangunan menjadi trauma tersendiri bagi masyarakat. Tercatat ratusan nyawa melayang dan puluhan warga dinyatakan hilang terseret arus atau tertimbun longsor di wilayah pegunungan.

Januari 2026: Harapan yang Kembali Terendam

Memasuki tahun baru, di saat warga mulai mencoba bangkit dan membersihkan sisa-sisa lumpur, alam kembali menguji kesabaran mereka. Pada 8 Januari 2026, banjir susulan setinggi 1,5 meter kembali menerjang Lhoksukon dan sekitarnya.

Pendidikan di Tengah Duka: Anak-anak sekolah terpaksa belajar di tenda darurat tanpa seragam.

Pengungsian yang Panjang: Lebih dari 67.000 jiwa masih bertahan di posko-posko dengan fasilitas seadanya.

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, Pemerintah Aceh secara resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Januari 2026. Fokus utama saat ini adalah memastikan distribusi logistik menjangkau daerah terisolasi dan mendata rumah-rumah yang hanyut untuk mendapatkan bantuan renovasi.

Catatan Redaksi: Mari bersama panjatkan doa dan ulurkan tangan untuk saudara-saudara kita di Aceh. Perjuangan mereka menuju pemulihan masih sangat panjang.

reporter tim borneosinsrtv (yuni/dtg/gton)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Ngawi Resmikan Klinik Utama Dalam Jiwa, Dorong Kolaborasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

24 Oktober 2026 - 16:02 WITA

The Skinbars Clinic Perkuat Healthy Aging melalui Teknologi EXION dan EXOMIND

22 Oktober 2026 - 10:20 WITA

Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi

21 Oktober 2026 - 11:32 WITA

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan

18 Oktober 2026 - 22:39 WITA

Dugaan Kasus Asusila Siswa, APPM Desak Disdik Jatim Bersikap Tegas

16 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Kayu Gelondongan Ulin Angkutan Berat Bikin Jalan Amblas di Muara Komam, Sopir Sebut Milik Haji YP

7 Oktober 2026 - 10:10 WITA

Trending di Nasional