Tanjung Selor | Jumat, 24 Januari 2026Borneo Sinar TVKekayaan budaya lokal Kalimantan Utara terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari penjualan aksesoris khas Dayak Kenyah yang kini ramai diminati pengunjung di Pasar Induk Inai, Tanjung Selor.
Seorang perempuan muda bernama Ita, pembuat sekaligus penjual aksesoris khas Dayak Kenyah, menjadi salah satu pelaku UMKM yang konsisten melestarikan budaya lokal. Berbagai aksesoris seperti gelang, kalung, anting, hingga hiasan kepala berbahan manik-manik tradisional ditata rapi di lapaknya, menarik perhatian pembeli yang melintas.
Aksesoris buatan Ita dibuat secara manual dengan sentuhan motif khas Dayak Kenyah yang sarat makna budaya dan filosofi kehidupan. Setiap produk memiliki keunikan tersendiri, sehingga tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga mengandung identitas dan kebanggaan budaya daerah.
Selain sebagai sumber penghasilan, Ita berharap hasil karyanya dapat semakin dikenal luas dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Kehadiran lapak aksesoris tradisional ini juga menjadi pilihan menarik bagi warga maupun wisatawan yang ingin membawa pulang cenderamata khas Kalimantan Utara.
Bagi masyarakat yang berkunjung ke Pasar Induk Inai Tanjung Selor, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir dan berbelanja langsung di lapak Ita. Selain mendapatkan aksesoris unik dan bernilai seni tinggi, pengunjung juga turut mendukung pelestarian budaya Dayak Kenyah serta perekonomian UMKM lokal.
Dengan harga yang terjangkau dan kualitas buatan tangan, aksesoris khas Dayak Kenyah ini cocok digunakan untuk kegiatan sehari-hari maupun acara adat dan budaya.
Dari Pasar Induk Inai Tanjung Selor, Borneo Sinar TV melaporkan, kerajinan lokal ini menjadi bukti bahwa budaya dan ekonomi kreatif dapat tumbuh dan berkembang dari pasar rakyat untuk masyarakat**
Editor : Boni











