Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Telan Anggaran Rp2 Miliar, Jalan Usaha Tani Menuju Kebun Sawit Anggota DPRD Kutai Barat Berinisial A Dipertanyakan Proyek Puskesmas Dilang Puti Senilai Rp6,91 Miliar Disorot, Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto

Surabaya · 29 Jun 2026 01:12 WITA ·

AMI Tolak Keras Pemekaran Dapil Surabaya: “Demokrasi Bukan Mainan Politik!”


 AMI Tolak Keras Pemekaran Dapil Surabaya: “Demokrasi Bukan Mainan Politik!” Perbesar

SURABAYA –BORNEOSINARTVNEWS.COM Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap wacana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) di Kota Surabaya. AMI menilai kebijakan tersebut bukanlah kebutuhan mendesak masyarakat dan berisiko memicu polemik baru dalam proses demokrasi.

​Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemekaran dapil tidak seharusnya menjadi prioritas di tengah banyaknya persoalan krusial yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, isu-isu seperti penyediaan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran jauh lebih mendesak untuk ditangani.

​”Kami menolak wacana pemekaran dapil jika hanya didasarkan pada kepentingan politik tertentu. Demokrasi harus dibangun untuk memperkuat representasi rakyat, bukan menjadi instrumen bagi segelintir pihak untuk memuluskan kepentingan mereka,” ujar Baihaki dengan tegas.

​Baihaki menekankan bahwa setiap perubahan konfigurasi dapil harus memiliki landasan yang kuat dan transparan. Tujuannya harus murni untuk meningkatkan kualitas keterwakilan masyarakat, bukan sekadar memodifikasi peta politik jelang kontestasi pemilu.

​AMI juga mengingatkan penyelenggara pemilu untuk menjaga independensi. Pihaknya mewanti-wanti agar tidak ada kebijakan yang memicu persepsi publik bahwa perubahan dapil dilakukan untuk menguntungkan kelompok politik tertentu.

​”Jangan sampai energi bangsa habis hanya untuk membahas perubahan dapil, sementara masalah nyata di masyarakat belum terselesaikan. Rakyat butuh solusi konkret, bukan manuver politik yang hanya menambah beban demokrasi,” lanjutnya.

​Lebih lanjut, AMI mendesak semua pihak agar lebih mengutamakan kepentingan publik dibandingkan kepentingan elektoral. Organisasi ini menegaskan bahwa jika perubahan dapil memang harus dilakukan, prosesnya wajib melalui kajian akademis yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik yang luas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

​”AMI akan terus mengawal kebijakan demokrasi agar tetap berpihak kepada rakyat, bukan kepentingan politik sesaat. Demokrasi adalah milik rakyat, sehingga setiap perubahan sistem harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kecurigaan dan perpecahan,” tutup Baihaki.

Resaksi borneosinartvnews.com (red)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Program SAS (Sidoarjo Asri Sejuk) Kapolsek Sedati Bagikan Bibit Pohon Buah di Desa Banjar Kemuning 

23 Oktober 2026 - 18:29 WITA

PT ULI Cetak 40 SDM Konstruksi Kompeten di Jatim

23 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Mutiara Store Perkuat Posisi sebagai Pusat Grosir HP Second Berkualitas di Surabaya, Bos Uchild Utamakan Kepercayaan dan Kepedulian

23 Oktober 2026 - 10:04 WITA

Kolaborasi LKHAI dan JIMLY School Dorong Penguatan Kompetensi Profesional Untuk Hadapi Tantangan Hukum Bisnis

22 Oktober 2026 - 22:13 WITA

Ketum DPP AMI Soroti Sisi Positif Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

18 Oktober 2026 - 10:28 WITA

Cara Anak Muda Temukan Arah Hidup Lewat Peran Bertuhan

1 September 2026 - 13:02 WITA

Trending di Surabaya