BERAU-KALTIM-BorneosinartvNews-Proyek pembangunan jalan penghubung Kampung Maluang–Paribau di wilayah Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, menjadi sorotan masyarakat setelah ditemukan longsor di sejumlah titik meski jalan tersebut belum lama selesai dikerjakan.
Pantauan di lapangan pada Kamis (26/03/2026) menunjukkan kondisi bahu jalan mengalami longsor dan penurunan tanah. Pada beberapa titik terlihat tanah di sisi badan jalan tergerus, sementara tebing hasil pemotongan tanah tampak minim perlindungan penahan, sehingga berpotensi memperparah longsor terutama saat hujan deras.
Jalan yang dikenal masyarakat sebagai jalan potong Maluang–Paribau tersebut merupakan jalur baru yang dibangun untuk memperpendek jarak tempuh antara Kampung Maluang dan Paribau. Namun, munculnya longsor dalam waktu relatif singkat memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Berdasarkan data pembangunan daerah, proyek ini tercatat dengan nama paket Pembangunan Jalan Penghubung Kampung Maluang–Paribau pada Tahun Anggaran 2024, yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Berau sebagai dinas teknis pelaksana.
Nilai anggaran proyek tersebut tercatat mencapai sekitar Rp15.470.680.000 (Rp15,47 miliar) yang bersumber dari APBD Kabupaten Berau. Proyek ini diketahui dikerjakan oleh pihak kontraktor PT Jasin Efrin Jaya.
Kemunculan longsor di beberapa titik dalam waktu singkat memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan serta pengawasan teknis selama proses pembangunan berlangsung.
Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap kondisi jalan yang dinilai rawan membahayakan keselamatan pengguna, khususnya saat curah hujan tinggi.
“Kalau hujan deras, kami khawatir jalan bisa putus. Baru selesai dikerjakan, tapi sudah ada longsor di beberapa titik,” ujar seorang warga yang melintas di lokasi.
Selain berpotensi membahayakan pengguna jalan, longsor yang terjadi juga dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan badan jalan secara menyeluruh.
Jika tidak segera dilakukan penanganan, kondisi ini berisiko menyebabkan akses jalan terputus dan menghambat aktivitas masyarakat.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk mengevaluasi kualitas pekerjaan dan sistem pengawasan selama pelaksanaan proyek berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor PT Jasin Efrin Jaya maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait munculnya longsor di sejumlah titik jalan penghubung Maluang–Paribau tersebut.
Situasi ini menjadi perhatian publik, mengingat proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah seharusnya memiliki kualitas konstruksi yang mampu bertahan dalam jangka panjang dan aman digunakan masyarakat.(tim)











