KUTAI TIMUR-BORNEOSINARTV NEWS.;COM Senin 28September 2026 Praktik penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran di kawasan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menuai sorotan tajam warga. Selain harga jual yang melonjak tinggi, masyarakat mengeluhkan takaran botol eceran yang diduga tidak sesuai standar satu liter.
Berdasarkan keterangan warga, Pertamax eceran kini dipatok Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter, sementara Pertalite dijual Rp18.000 per liter. Pembeli merasa makin dirugikan karena isi takaran dalam botol dinilai kurang dari satu liter.
Kondisi ini dinilai janggal sebab keberadaan SPBU resmi tidak jauh dari lokasi. Warga menyebut antrean SPBU sering kali cepat tutup dengan alasan kehabisan stok, namun BBM justru melimpah berjejer di kios-kios eceran pinggir jalan.
Hal ini memicu dugaan adanya permainan alokasi pasokan BBM demi meraup keuntungan sepihak. Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan aparat setempat untuk segera turun tangan melakukan pengawasan serta menertibkan harga dan takaran di lapangan.
Tim Borneo Sinar TV mengabarkan.











