Menu ✖

Mode Gelap
Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ?? Dugaan Truk Kayu Log Tubaan Resahkan Warga, Dishub & PT TRH Didesak Buka Suara

Kutai Timur · 26 Sep 2026 19:01 WITA ·

Dugaan Transparansi BOS & Bangunan Mangkrak di SMPN 4 Sandaran


 Dugaan Transparansi BOS & Bangunan Mangkrak di SMPN 4 Sandaran Perbesar

KUTAI TIMUR, BORNEO SINAR TV NEWS. COM (Sabtu, 26 September 2026) – Pengelolaan anggaran pembangunan fisik di SMPN 4 Sandaran, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mendulang sorotan tajam dari publik. Selain dugaan ketidaktransparanan pengerjaan kayu bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), di area belakang sekolah juga ditemukan rangka bangunan beton yang mangkrak dan tidak dilanjutkan pengerjaannya.

Berdasarkan hasil pantauan langsung tim Borneo Sinar TV bersama konsortium awak media di lokasi pada Sabtu (26/9/2026), pengerjaan fasilitas berbahan kayu memiliki ukuran yang terbilang sangat kecil dan dinilai sama sekali tidak sebanding dengan besaran anggaran yang dialokasikan, serta tidak disertai papan informasi proyek di lokasi. Dari informasi yang dihimpun, pengerjaan kayu tersebut terdiri dari dua unit dengan total biaya mencapai Rp16 juta (Rp8 juta per unit).

Tidak hanya itu, terdapat temuan lain berupa struktur Rangka Beton Gedung di bagian belakang area sekolah yang dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa dinding, atap, maupun kepastian penyelesaian. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat terkait kejelasan asal-usul sumber anggaran proyek gedung tersebut serta alasan dibiarkannya pengerjaan hingga mangkrak.

Demi menjaga keterbukaan dan keberimbangan berita (cover both sides), tim Borneo Sinar TV beserta gabungan awak media telah berupaya melakukan ikhtiar konfirmasi secara patut dan iktikad baik kepada Kepala SMPN 4 Sandaran, Pak Amit. Namun, saat dihubungi melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp pada Sabtu (26/9/2026), panggilan sempat diangkat lalu dimatikan, dan nomor wartawan kemudian diblokir tanpa memberikan penjelasan.

Kendati mengalami kendala penutupan akses komunikasi, tim media menegaskan komitmen tinggi terhadap prinsip kode etik jurnalistik yang independen, adil, dan transparan. Langkah menaikkan pemberitaan ini diambil sebagai bentuk fungsi kontrol sosial masyarakat. Pihak media juga menegaskan tetap siap dan terbuka memberikan ruang hak jawab maupun klarifikasi susulan (konfirmasi balasan) kapan saja dari Kepala Sekolah atau pihak terkait agar pemberitaan senantiasa berimbang.

Atas temuan ini, melalui pemberitaan media Borneo Sinar TV dan jaringan media mitra per Sabtu, 26 September 2026, mendesak Bupati Kutai Timur, DPRD Kabupaten Kutai Timur, Dinas Pendidikan, Kementerian Pendidikan di Jakarta, serta Aparat Penegak Hukum (APH) termasuk Kejaksaan untuk turun tangan melakukan pemeriksaan dan inspeksi mendadak (sidak) secara menyeluruh terkait dugaan penyimpangan anggaran pembangunan di SMPN 4 Sandaran

(Red)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Dana RT 2025 Mugi Rahayu Mangkrak, Kades Isma Joni Diduga Melanggar Aturan dan Terancam Pidana

14 Oktober 2026 - 13:27 WITA

BBM Eceran di Kongbeng Tembus Rp25 Ribu, Warga Keluhkan Harga dan Takaran

28 September 2026 - 18:16 WITA

Aktivitas Galian Sungai Nibung Kutai Timur Disorot Warga, Izin Operasional Diduga Belum Jelas

27 September 2026 - 18:51 WITA

Tumpukan Kayu di Barong Tongkok Jadi Sorotan, Sebagian Disebut Kayu Titipan untuk Dijual

25 September 2026 - 10:20 WITA

Diduga Ada “Permainan Busuk” di Balik Kasus BBM Ilegal Kutim, Kendaraan, Barang Bukti dan Terduga Pelaku Disebut Tak Ditahan

10 Mei 2026 - 12:41 WITA

Kepala Desa Santan Ulu Tinjau Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Bulan Suci

7 Maret 2026 - 13:58 WITA

Trending di Kutai Timur