TANJUNG REDEB-BORNEOSINSRTVNEWS Praktik dugaan penampungan dan distribusi kayu olahan tanpa dokumen resmi di Kabupaten Berau kian meresahkan. Sebuah gudang besar yang terletak di kawasan Kecamatan Tanjung Redeb kini menjadi sorotan membara setelah terindikasi kuat menjadi hulu dari pasokan material kayu ilegal yang diselundupkan ke wilayah kepulauan wisata.
Gudang yang diketahui dikendalikan oleh seorang pengusaha berinisial TT tersebut diduga kuat menampung berbagai jenis kayu olahan ilegal secara masif untuk meraup keuntungan pribadi, tanpa mengindahkan aturan hukum yang berlaku.
Alamat Presisi: Bukti Foto Kejadian Tanggal 13 Mei 2026 dan Koordinat Lapangan
Berdasarkan investigasi mendalam serta petunjuk digital dari dokumentasi foto lapangan (File: 1002859990_2.jpg) yang diambil pada tanggal kejadian Rabu, 13 Mei 2026 pukul 14:35 WITA, aktivitas tersebut terlacak secara sangat akurat berada di kawasan Jl. Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Secara detail di lapangan, lokasi gudang tertutup ini berada persis di kawasan depan Kantor DPRD Kabupaten Berau, lalu masuk ke dalam gang yang ada di area tersebut.
Untuk memudahkan masyarakat serta aparat penegak hukum meninjau langsung ke lokasi berdasarkan data otentik tanpa tersasar, titik bangunan gudang ini berdiri tepat pada posisi koordinat geografis Lat 2.160812° Long 117.462182° dengan Kode Plus Satelit 5F66+4W2.
Berdasarkan lampiran bukti foto koordinat yang diambil pada Rabu, 13 Mei 2026 di titik tersebut, terlihat jelas tumpukan kayu olahan berbagai jenis dalam volume yang sangat besar. Saking banyaknya barang yang ditampung, material kayu tersebut tidak lagi muat di dalam gudang hingga meluber dan menumpuk di halaman luar bangunan.
Setiap kali pasokan kayu datang, para pekerja bergerak cepat memasukkannya ke dalam gudang menggunakan armada mobil Grand Max warna hitam. Praktik ini diketahui telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Kesaksian Narasumber Tepercaya: Kayu Macam-Macam Jenis Bertumpuk di Dalam
Dugaan adanya aktivitas terselubung di dalam gudang ini kian diperkuat oleh keterangan dari salah satu narasumber tepercaya yang berada di sekitar kawasan tersebut. Demi menjaga keamanan dan faktor keselamatan, narasumber yang bersangkutan meminta agar identitas namanya disembunyikan rapat-rapat.
Kepada tim redaksi, narasumber tersebut mengungkapkan bahwa aktivitas di dalam gudang kayu milik TT itu memang terbilang sangat lancar dan intensif. Ia membeberkan bahwa tumpukan material kayu di dalam bangunan tersebut volumenya sangat luar biasa besar dan terdiri dari bermacam-macam jenis kayu olahan.
”Aktivitasnya lancar sekali di dalam, kayunya bertumpuk-tumpuk memenuhi gudang dan jenis kayunya bermacam-macam,” ungkap narasumber tepercaya tersebut memberikan kesaksian. Keterangan ini menjadi indikasi kuat bahwa pasokan logistik kayu yang masuk ke lokasi tersebut berjalan secara terstruktur.
Sistem Keamanan Ketat, Dipantau Via HP dari Luar Kota
Bukan tanpa alasan gudang ini menerapkan sistem operasional yang super tertutup. Berdasarkan hasil pantauan tim redaksi di lokasi, area gudang tersebut sengaja dipasangi banyak kamera pengawas (CCTV) di berbagai sudut strategis.
Langkah pengamanan yang ekstra ketat ini disinyalir sengaja dipasang agar sang pemilik utama, Sdr. TT, dapat memonitoring segala pergerakan di sekitar gudang secara real-time 24 jam melalui aplikasi ponsel pintar (smartphone) miliknya. Melalui sistem digital tersebut, TT tetap bisa mengawasi situasi lapangan dengan ketat meskipun dirinya sedang berada di luar kota atau melakukan perjalanan jauh.
Tak hanya memanfaatkan teknologi kamera pengawas, TT juga dikenal sangat ‘alergi’ terhadap kehadiran jurnalis. Dirinya kerap menunjukkan sikap antipati, menghindar, bahkan menolak keras memberikan ruang bagi pihak media yang hendak melakukan verifikasi maupun konfirmasi resmi di lapangan terkait keabsahan dokumen kayu olahan tersebut.
Sikap tertutup ini pun ditiru oleh para anak buahnya. Saban hari, pintu gudang selalu dikunci rapat dari dalam. Jika ada pihak luar atau awak media yang datang mencari keberadaan sang bos besar, para pekerja di lapangan selalu kompak memasang tameng dengan mengeluarkan berbagai alasan klise, mulai dari dalih keluar kota hingga urusan mendadak di luar daerah. Sikap mencurigakan yang dibentengi kamera pengawas ini semakin memperkuat dugaan adanya aktivitas yang sengaja disembunyikan di balik dinding gudang.
Diduga Kuat Suplai Pembangunan Fasilitas Wisata Turis Asing
Berdasarkan perjalanan investigasi tim redaksi, aliran distribusi kayu olahan dari kawasan depan DPRD Berau ini disinyalir kuat bermuara ke kawasan wisata bahari premium, yakni Pulau Maratua dan Derawan.
Logistik kayu berbagai jenis tersebut diduga dikirim secara sembunyi-sembunyi untuk menyuplai proyek pembangunan fisik akomodasi mewah di sana, seperti penginapan eksklusif dan tempat peristidahan yang diperuntukkan bagi para wisatawan mancanegara (turis asing).
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus mendorong instansi terkait, Dinas Perhutanan, serta aparat penegak hukum (APH) setempat untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi koordinat tersebut. Ketegasan aparat sangat dinanti guna membongkar tuntas dokumen SKSHAK asal-usul kayu di gudang milik TT demi tegaknya supremasi hukum di Bumi Batiwakkal. Seluruh rangkaian informasi dan laporan ini masih bersifat dugaan hingga adanya proses verifikasi resmi serta pembuktian hukum lebih lanjut dari pihak berwenang.
Tanggal Diterbitkan: Minggu, 24 Mei 2026
Kategori: Daerah Hukum & Kriminal
Reporter: Tim Redaksi borneosinatvnews
(Red)












