Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Berau · 13 Mar 2026 12:31 WITA ·

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Pembangunan Bronjong di Sungai Santing Dipertanyakan Warga


 Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Pembangunan Bronjong di Sungai Santing Dipertanyakan Warga Perbesar

 


Berau-Kalimantan Timur -borneosinartvnews.comPembangunan bronjong di Sungai Santing, RT 05 Desa Tanjung Pereppat, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Warga menilai proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan tidak melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan.

Nobeng, salah satu warga RT 05 Desa Tanjung Pereppat, menyampaikan kepada awak media bahwa pembangunan bronjong tersebut diduga memakan anggaran yang cukup besar. Ia juga menilai proses pengerjaannya tidak maksimal.

“Pembangunan bronjong ini banyak memakan anggaran. Bahkan anggarannya sampai dua kali, tetapi pembuatannya terkesan asal-asalan dan asal jadi,” ujar Nobeng di hadapan media.

Nobeng juga menambahkan bahwa pembangunan bronjong di Sungai Santing tersebut tidak melalui proses musyawarah dengan masyarakat setempat. Bahkan, menurutnya, pihak RT setempat juga tidak mengetahui secara pasti terkait pelaksanaan pembangunan tersebut.
“Tidak ada musyawarah dengan masyarakat RT 05. Bahkan RT sendiri tidak mengetahui terkait pembangunan bronjong di Sungai Santing ini,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Ia mengaku heran karena pembangunan tersebut tiba-tiba dilakukan tanpa adanya informasi atau pembahasan sebelumnya dengan masyarakat.

“Sayang sekali anggaran yang begitu besar tidak dimusyawarahkan dengan masyarakat. Saya juga heran, tiba-tiba saja ada pembangunan bronjong di Sungai Santing,” ungkap warga tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Pereppat, Rahman, saat dikonfirmasi oleh awak media memberikan tanggapan bahwa pembangunan bronjong tersebut sebenarnya telah dilakukan lebih dari satu tahun lalu. Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan permasalahan dalam proyek tersebut.
“Pembangunan bronjong itu sudah lebih dari satu tahun.

Pemeriksaan sudah dilakukan dan sebenarnya tidak ada masalah, karena sudah kami konsultasikan dengan Inspektorat. Apalagi kalau terkena air asin, bahkan air tawar saja dalam enam bulan bisa mengalami kerusakan,” jelas Rahman.
Rahman juga menambahkan bahwa pemeriksaan terkait pembangunan di wilayah kampung telah direncanakan dan akan dikerjakan pada tahun 2024 lalu.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah masyarakat berharap adanya evaluasi dan transparansi terhadap penggunaan anggaran serta proses pembangunan yang dilakukan di wilayah mereka.

(Tim Borneo Sinar TV)


Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

5 September 2026 - 17:54 WITA

Wisuda Ke-XVII STIT Muhammadiyah Berau Luluskan 200 Sarjana Siap Mengabdi

3 September 2026 - 12:12 WITA

Kelangkaan BBM di Berau Memprihatinkan, Warga Kesulitan Dapatkan Pasokan

1 September 2026 - 13:15 WITA

Kebakaran Menghanguskan Bangunan di Kampung Kasai, Berau

29 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Kemarau Panjang Memicu Karhutla, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di KM 10 Labanan Berau

23 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Pilu Ibu di Berau: Bayi 14 Hari Diculik Suami dan Mertua Hingga Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Trending di Berau