Berau-borneosinartvnews.com Provinsi Kalimantan Timur, Kaltim. Dugaan penyelewengan anggaran kembali mencuat di wilayah pesisir Kabupaten Berau.
Proyek pembangunan tambak tudai atau kerang, yang bersumber dari Dana Alokasi Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 di Kampung Pantai Harapan, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, Kaltim, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek senilai puluhan juta rupiah tersebut dilaporkan tidak terealisasi secara fisik di lapangan, meskipun anggarannya diduga kuat sudah dicairkan seratus persen oleh pihak pemerintahan kampung.
Berdasarkan investigasi dan pantauan langsung tim Borneo Sinar TV di lokasi pada Jumat, 17 Juli 2026, kawasan pesisir Pantai Harapan, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, Kaltim, yang sedianya diperuntukkan bagi budidaya tambak tudai ini tampak terbengkalai. Tidak ada aktivitas pembudidayaan maupun fasilitas tambak yang fungsional di area pasang-surut tersebut.
Menurut keterangan dari narasumber terpercaya warga setempat yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, program pemberdayaan ini menelan pagu anggaran sebesar 60 juta rupiah. Warga membeberkan bahwa fisik utama dari tambak kerang itu sama sekali tidak jadi. Pihak pelaksana hanya mendirikan beberapa pondok kecil di sekitar lokasi, namun sarana inti dan bibit kerangnya nihil. Keberadaan pondok-pondok tersebut diduga warga hanya sebagai formalitas untuk tameng laporan fisik semata.
Menariknya, untuk pos anggaran pengadaan hewan ternak sapi di kampung yang sama, realisasinya justru berjalan dengan sangat baik dan transparan. Fisik kandangnya ada, sapinya terealisasi, dan saat ini sudah dipelihara dengan baik oleh warga. Hal ini mempertegas adanya kejanggalan khusus pada proyek tambak kerang yang mangkrak tersebut.
Guna menjaga keberimbangan informasi, tim liputan Borneo Sinar TV telah berupaya mendatangi langsung Kepala Kampung Pantai Harapan. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah kampung belum dapat ditemui di tempat.
Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum membuahkan hasil. Selain karena terbatasnya akses nomor kontak, wilayah tersebut saat ini masih terkendala jaringan komunikasi yang cukup sulit. Redaksi Borneo Sinar TV akan terus membuka ruang konfirmasi dan hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait, demi meluruskan simpang siur informasi ini di masyarakat.
Tim Liputan Borneo Sinar TV melaporkan.












