Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Nasional · 21 Jun 2026 22:07 WITA ·

IKN Megah, Jalan Desa Binuang Rusak Parah


 IKN Megah, Jalan Desa Binuang Rusak Parah Perbesar

PENAJAM PASER UTARA -BIRNEOSINARTVNEWS.COM Di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang-gadang sebagai simbol kemajuan bangsa, ironi justru menyelimuti Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Alih-alih merasakan dampak positif pembangunan, warga desa kini justru dihadapkan pada kewajiban “patungan” untuk memperbaiki jalan poros desa mereka yang rusak parah.

​Kondisi Infrastruktur yang Memprihatinkan

​Jalan sepanjang 8 kilometer yang menjadi akses vital penghubung warga Desa Binuang, Desa Telemo, menuju akses jalan poros IKN dan pusat pemerintahan, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga, termasuk jalur utama siswa menuju sekolah, kini berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan dan sumber debu saat kemarau.

​Janji Tinggal Janji

​Kekecewaan warga mencapai puncaknya setelah upaya mereka menuntut perbaikan melalui jalur dialog berujung pada nihilnya realisasi. Sebelumnya, tokoh masyarakat setempat sempat berencana melakukan aksi demonstrasi ke kawasan IKN untuk menuntut akses jalan yang layak.

​Namun, aksi tersebut batal karena adanya pertemuan dengan pihak otoritas IKN yang menjanjikan perbaikan jalan. Faktanya, janji itu tidak kunjung terealisasi.

​”Lucu rasanya. Kami warga negara yang taat bayar pajak, tapi untuk membetulkan jalan sendiri malah dimintai sumbangan,” ungkap Arif, salah satu warga setempat, menanggapi kondisi tersebut dengan nada getir.

​Ironi “Gotong Royong” di Tengah Ketiadaan Anggaran

​Keresahan warga kian memuncak setelah munculnya surat resmi dari Pemerintah Desa Binuang bernomor 466.2/87/Ds.Bng/VI/2026 tertanggal 19 Juni 2026. Surat tersebut mengimbau seluruh Ketua RT dan masyarakat untuk melakukan penggalangan dana sukarela guna menutupi “kekurangan biaya” operasional perbaikan jalan.

​Yang membuat warga semakin gerah adalah tenggat waktu yang sangat mendesak, yakni dana hasil penggalangan harus terkumpul paling lambat dua hari setelah surat diterbitkan.

​Bagi masyarakat, kebijakan ini terasa tidak adil. Mereka merasa bahwa pembangunan di wilayah penyangga IKN seolah dianaktirikan, sementara fokus anggaran dan pembangunan hanya tersedot pada kemegahan fisik di dalam kawasan inti IKN.

​Tuntutan akan Keadilan Infrastruktur

​Kondisi di Desa Binuang mencerminkan tantangan besar bagi keberlangsungan kawasan penyangga IKN. Masyarakat bukannya anti-pembangunan, namun mereka menuntut keadilan. Sebagai warga yang berada di garda terdepan wilayah penyangga, mereka semestinya mendapatkan prioritas infrastruktur dasar yang memadai, bukan justru dibebani dengan pungutan mandiri untuk fasilitas yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

​Hingga saat ini, warga Desa Binuang masih menunggu komitmen nyata dari pemerintah pusat dan otoritas terkait. Apakah janji perbaikan jalan akan segera ditunaikan, atau warga akan terus dibiarkan “berjuang sendiri” di atas tanah yang sedang dibangun menjadi ibu kota masa depan

Redaksi borneosinartvnews. com (**)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemdes Santan Ulu Gelar Musrenbangdesa RKPDes dan RKPD 2027

20 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Kasus Andreas Pujiono Naik Penyidikan, Pengamat Puji Polres Madiun

20 Agustus 2026 - 03:28 WITA

Arda Fitriana Latih Ibu Rumah Tangga Bisnis dari Rumah

19 Agustus 2026 - 11:32 WITA

Modus Baru Peredaran Rokok Ilegal, Truk Muatan Garam Diduga Jadi Kamuflase

18 Agustus 2026 - 18:22 WITA

Investasi China 3.000 Hektare di Bangkalan Dikritik, KAKI Jatim: Jangan Korbankan Lahan Rakyat!

14 Agustus 2026 - 09:17 WITA

Hari Gajah Sedunia 2026: Difpala, LINKSOS, dan Geopix Gelar Pentas Seni Inklusif

10 Agustus 2026 - 10:17 WITA

Trending di Nasional