Menu

Mode Gelap
Panen Jagung Kuartal III di Kecamatan Balongbendo Ciomy Konsisten Dukung Dakwah, Hadir dalam Dakwahthon Season 2 untuk Palestina LSM LIRA Sidoarjo Bagikan BBM Gratis untuk Ratusan Ojol Memahami AEO, GEO, dan LLMO: Tiga Pendekatan Baru di Era AI Search Lupakan Arabika dan Robusta! Kopi Liberika Sembakungan Siap Jadi Identitas Baru Berau!

Berau · 22 Apr 2026 23:57 WITA ·

Kepala Kampung Harapan Jaya: “Kita Harus Ikat Pinggang, Tidak Bisa Egois!”


 Kepala Kampung  Harapan Jaya: “Kita Harus Ikat Pinggang, Tidak Bisa Egois!” Perbesar

BERAU-BORNEOSINARTVNES Pemerintah Kampung Harapan Jaya, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, kini tengah menerapkan strategi kebijakan anggaran yang ketat. Di tengah ketidakpastian pencairan anggaran tahun 2026, Kepala Kampung Harapan Jaya, Ali Sasmirul, menekankan pentingnya efisiensi dan sinergi antar-lembaga demi tetap berjalannya roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

​Dalam wawancara eksklusif bersama Borneo Sinar TV di kediamannya pada Rabu (22/04/2026), Ali Sasmirul membeberkan dinamika yang terjadi di tingkat kampung saat ini. Menurutnya, keterlambatan pencairan dana APBDes tahun 2026 menuntut pemerintah kampung untuk lebih selektif dalam menetapkan skala prioritas pembangunan.

​Strategi “Ikat Pinggang” di Tengah Keterlambatan

​Ali mengungkapkan bahwa memasuki akhir April, proses pencairan anggaran baik dari pemerintah kabupaten maupun pusat belum menunjukkan kepastian. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

​Ia mengaku harus berhati-hati agar tidak mengulangi kendala tahun lalu, di mana kegiatan sudah terealisasi namun dananya tidak cair. Kondisi ini membuat Ali menginstruksikan jajarannya untuk melakukan langkah “ikat pinggang”.

​”Tahun kemarin banyak rekan Kepala Kampung yang terdampak. Banyak yang sudah merealisasikan kegiatan, ternyata dananya tidak keluar. Karena itu, tahun ini kami harus benar-benar berhati-hati dan mengedepankan skala prioritas,” ujar Ali.

​Dua Skema Pendanaan yang Berjalan

​Meski dalam kondisi keterbatasan, Ali memastikan program-program mendasar bagi masyarakat tetap menjadi perhatian. Ia menjelaskan bahwa ada dua skema pendanaan yang berjalan di Kampung Harapan Jaya:

​Anggaran Kabupaten: Menjalankan visi misi Bupati yang mencakup tunjangan dai, tunjangan kematian, serta dukungan operasional untuk sekolah minggu dan TPA.

​Dana Desa (APBN): Dialokasikan untuk program kesejahteraan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), penanganan kesehatan masyarakat (pencegahan stunting), dan operasional Posyandu Prima.

​Selain program sosial, Ali menegaskan bahwa pembangunan fisik seperti jembatan tetap dilakukan sepanjang anggaran tersedia, demi menunjang ekonomi kerakyatan.

​Tantangan SDM dan Digitalisasi

​Dalam kesempatan tersebut, Ali juga mengakui adanya tantangan besar terkait kapasitas sumber daya manusia (SDM) di aparatur kampung. Ia secara terbuka menyoroti disparitas kemampuan administratif antara wilayah luar Pulau Jawa dengan daerah di Jawa dalam merespons regulasi yang semakin ketat dan serba digital.

​”Aparatur kita belum sepenuhnya mumpuni, terutama dalam memahami regulasi yang detail. Apalagi sekarang semua serba digital, pakai Zoom, dan persyaratan administrasi yang makin cepat. Ini menjadi salah satu kelemahan yang terus kita perbaiki,” jelasnya.Ajakan Berhenti Bersikap Egois

​Menutup perbincangan, Ali Sasmirul. memberikan pesan tegas kepada seluruh stakeholder di lingkungan pemerintahan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kampung mustahil dicapai tanpa kerja sama lintas sektor.

​”Dalam membangun kampung, tidak bisa lagi bekerja dengan ego sektoral atau egosentrik kedinasan. Semuanya harus saling mendukung, baik antar instansi, pihak ketiga, maupun pemerintah kampung. Jika kita egois, pembangunan masyarakat yang akan terhambat,” tegas Ali.

​Dengan segala keterbatasan yang ada, Pemerintah Kampung Harapan Jaya berkomitmen untuk tetap memaksimalkan potensi yang ada agar pelayanan kepada warga tidak terganggu, sembari menunggu kepastian pencairan anggaran tahun 2026.

​Reporter: Redaksi Borneo Sinar TV

Lokasi: Kecamatan Segah, Berau (Rasidin/Hrs)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso

26 Juli 2026 - 05:00 WITA

Diduga Tampung Kayu Ilegal di diduga ditalisayan Perizinan Somel Dipertanyakan

19 Juli 2026 - 21:02 WITA

Dugaan Proyek Fiktif Tambak Tudai 60 Juta di Biduk-biduk Cair 100% Fisik Nol!

19 Juli 2026 - 14:14 WITA

Skandal Pengadaan Mesin Dompeng: Rp200 Juta Diduga Digelapkan DKP Berau

14 Juli 2026 - 10:11 WITA

Rumah Wartawan Borneo Sinar TV di Berau Terbakar, Lima Bangunan Ludes Dilalap Api

13 Juli 2026 - 09:10 WITA

Proyek Drainase Rp 244 Juta di Tanjung Redeb Disorot, Warga: Pekerjaannya Asal-asalan dan Tipis

10 Juli 2026 - 15:09 WITA

Trending di Berau