Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Telan Anggaran Rp2 Miliar, Jalan Usaha Tani Menuju Kebun Sawit Anggota DPRD Kutai Barat Berinisial A Dipertanyakan Jalan Beton di Pasir Belengkong Retak Memanjang, Warga Duga Pekerjaan Asal-asalan dan Membahayakan Pengendara Proyek Puskesmas Dilang Puti Senilai Rp6,91 Miliar Disorot, Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban

Surabaya · 14 Jul 2026 12:40 WITA ·

Ketua KAKI Jatim: Jangan Ganggu Hak Siswa dalam SPMB 2026 Surabaya


 Ketua KAKI Jatim: Jangan Ganggu Hak Siswa dalam SPMB 2026 Surabaya Perbesar

SURABAYA –BORNEOSINARTVNEWS.COM Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh Hosen, mengajak seluruh pihak untuk menghormati hak setiap anak dalam menentukan pilihan pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Bar(SPMB) 2026 di Kota Surabaya.

​Menurutnya, setiap peserta didik memiliki hak untuk memilih sekolah sesuai keinginan, kemampuan, dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, tidak sepatutnya ada pihak mana pun yang menghalangi atau mengintervensi proses tersebut.

​”Jangan pernah mengusik orang yang sedang mencari ilmu. Biarkan anak menentukan pilihan sekolahnya sesuai jalur dan aturan yang berlaku. Orang yang berakal sehat tentu akan menghormati hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan,” ujar Moh Hosen, Senin (13/07/2026).

​Ia menilai, apabila terdapat calon peserta didik yang sebelumnya mendaftar ke sekolah swasta kemudian memutuskan mengikuti seleksi di sekolah negeri karena masih memiliki kesempatan sesuai ketentuan SPMB, hal tersebut merupakan hak calon peserta didik dan tidak boleh dipersoalkan selama seluruh proses dilakukan sesuai regulasi,” paparnya.

​Moh Hosen juga mengajak seluruh sekolah swasta untuk menyikapi dinamika SPMB dengan lapang dada dan menjunjung tinggi semangat persaingan yang sehat.

​”Kalau ada siswa yang akhirnya memilih sekolah negeri karena diterima melalui mekanisme SPMB, sekolah swasta harus legowo. Yang paling utama adalah masa depan pendidikan anak, bukan kepentingan pihak tertentu,” tegasnya.

​Di sisi lain, Moh Hosen meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya agar tetap menjaga integritas dalam penyelenggaraan SPMB 2026, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

​Ia menekankan pentingnya proses yang netral, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik yang dapat merugikan masyarakat. Menurutnya, seluruh pengaduan masyarakat harus ditangani secara profesional dan terbuka sehingga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB tetap terjaga,” tuturnya.

​”Disdik Kota Surabaya tetap bersikap netral, transparan, dan profesional dalam menangani seluruh proses SPMB, baik di tingkat SD maupun SMP. Tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat,” pungkas Moh Hosen.

(Redho)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Program SAS (Sidoarjo Asri Sejuk) Kapolsek Sedati Bagikan Bibit Pohon Buah di Desa Banjar Kemuning 

23 Oktober 2026 - 18:29 WITA

PT ULI Cetak 40 SDM Konstruksi Kompeten di Jatim

23 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Mutiara Store Perkuat Posisi sebagai Pusat Grosir HP Second Berkualitas di Surabaya, Bos Uchild Utamakan Kepercayaan dan Kepedulian

23 Oktober 2026 - 10:04 WITA

Kolaborasi LKHAI dan JIMLY School Dorong Penguatan Kompetensi Profesional Untuk Hadapi Tantangan Hukum Bisnis

22 Oktober 2026 - 22:13 WITA

Ketum DPP AMI Soroti Sisi Positif Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

18 Oktober 2026 - 10:28 WITA

Cara Anak Muda Temukan Arah Hidup Lewat Peran Bertuhan

1 September 2026 - 13:02 WITA

Trending di Surabaya