BERAU-BORNEOSINARTVNEWS Kampung Labanan Makarti, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tidak hanya dikenal karena deretan penghargaan bergengsi yang diraihnya. Lebih dari sekadar piala, kampung ini telah membuktikan mampu mengangkat taraf hidup dan perekonomian masyarakat secara nyata Kamis 24 April 2026.
Di bawah kepemimpinan Mudawi selaku Kepala Kampung, wilayah ini berhasil membuktikan bahwa kemajuan desa harus dirasakan langsung oleh seluruh warganya. Transformasi yang dilakukan tidak datang secara instan, melainkan buah dari sinergi kuat antara kebijakan pemerintah kampung dan partisipasi aktif masyarakat.
Prestasi Nasional sebagai Pemacu
Perjalanan gemilang Labanan Makarti dimulai ketika berhasil menyabet gelar Juara Pertama Lomba Desa Tingkat Nasional Regional III Kalimantan – Sulawesi Tahun 2023. Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta pada 15 Agustus 2023.
Namun, bagi pemerintah kampung, penghargaan hanyalah dampak dari dedikasi. Fokus utama mereka tetap pada keberlanjutan program kerja yang dirasakan dampaknya hingga ke akar rumput.
Tata Kelola BUMK yang Profesional
Fondasi utama keberhasilan Labanan Makarti terletak pada optimalisasi Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang dikelola dengan pendekatan profesional layaknya korporasi, namun tetap memegang teguh nilai-nilai kerakyatan.
BUMK telah bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi kampung. Unit-unit usaha yang dijalankan tidak sekadar mengejar profit, tetapi juga membuka akses lapangan kerja bagi warga lokal. Dampak ekonominya pun nyata; arus perputaran uang di kampung meningkat, yang pada gilirannya memperkuat Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Kebijakan Afirmatif untuk Kesejahteraan
Sektor sosial tidak luput dari perhatian. Pemerintah kampung menerapkan kebijakan afirmatif, di mana 2,5 persen dari laba BUMK dialokasikan khusus untuk program sosial, termasuk penanganan stunting dan bantuan bagi keluarga prasejahtera. Langkah ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang diraih berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial.
Selain itu, transformasi fisik melalui pembangunan infrastruktur pasar desa yang konsisten sejak tahun 2014 menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kampung terhadap sektor perdagangan lokal, memberikan tempat usaha yang layak bagi para pedagang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi mereka.
Partisipasi Warga sebagai Kunci Utama
Keberhasilan Labanan Makarti juga tak lepas dari keterbukaan tata kelola pemerintahan. Mudawi menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus melewati proses musyawarah yang inklusif, melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga keterwakilan perempuan dan pemuda dalam Musrenbang kampung.
Digitalisasi layanan administrasi juga menjadi pembeda, memangkas birokrasi dan memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan yang cepat, efisien, dan akuntabel.
Sinergi inilah yang menjadikan Labanan Makarti sebagai episentrum kemajuan di Kabupaten Berau yang layak menjadi percontohan bagi wilayah lainnya di Kalimantan Timur.
Dengan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan sumber daya manusia, dan ketahanan pangan, Labanan Makarti kini bukan lagi sekadar nama di peta, melainkan bukti nyata bahwa desa mampu melompat jauh untuk kebanggaan daerah di kancah nasional.
(tasya/Rasidin/hrs)











