Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ??

Nasional · 3 Apr 2026 10:35 WITA ·

Laku Spiritual: Menjaga Karakter Tetap Teguh di Tengah Godaan Harta dan Takhta


 Laku Spiritual: Menjaga Karakter Tetap Teguh di Tengah Godaan Harta dan Takhta Perbesar

BANTEN-BORNEOSINARTVNEWS Dalam sebuah ulasan mendalam mengenai pembangunan karakter, Jacob Ereste menggarisbawahi pentingnya menjaga sikap dan sifat konsisten yang berakar pada laku spiritual. Menurutnya, konsistensi bukan sekadar pengulangan tindakan, melainkan buah dari prinsip kuat yang dipadukan dengan kejujuran dan tanggung jawab.

​Fondasi Psikologis dalam Perilaku

​Secara psikologis, konsistensi seseorang sangat ditentukan oleh nilai-nilai internal yang menjadi kompas dalam pengambilan keputusan. Jacob menekankan bahwa karakter, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan benteng utama yang mencegah rapuhnya sikap seseorang.

​Selain faktor internal, motivasi dan tujuan yang jelas menjadi pendorong utama bagi individu untuk tetap berada pada jalur yang diinginkan. “Sikap konsisten menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri, terutama dalam mengelola emosi dan waktu,” tulisnya.

​Pengaruh Lingkungan dan Pengalaman

​Meski kekuatan internal menjadi kunci, Jacob tidak menampik adanya pengaruh eksternal. Lingkungan-mulai dari keluarga, tempat kerja, hingga relasi bisnis-dapat memberikan pengaruh baik positif maupun negatif.

Namun, pengalaman dan pembelajaran dari kesalahan masa lalu justru menjadi guru terbaik yang mendewasakan seseorang untuk lebih konsisten dengan pilihannya.

​Spiritualitas sebagai Penakar Kejujuran

​Wilayah spiritualitas dipandang Jacob sebagai ranah yang maha luas, mencakup etika, budaya, hingga kejujuran pada diri sendiri. Dalam konteks keagamaan, ia mencontohkan ibadah sholat sebagai instrumen untuk menjaga agar api konsistensi tidak meredup.

​”Laku spiritual membantu seseorang terhindar dari sifat munafik dan musyrik. Perilaku sederhana, ugahari (bersahaja), tidak sombong, ikhlas, serta jujur akan senantiasa terpelihara melalui praktik spiritual yang tekun,” jelasnya.

​Membingkai Moral di Tengah Godaan Duniawi

​Di akhir tulisannya, Jacob menegaskan bahwa konsistensi yang tangguh tidak datang secara instan. Ia merupakan hasil dari proses pengembangan diri dan pembentukan karakter yang tahan terhadap godaan materi, kedudukan, atau kekuasaan.

​Laku spiritual dianggap sebagai bingkai yang melindungi etika dan akhlak mulia manusia dari penyakit hati seperti keculasan dan kerakusan. Dengan spiritualitas yang terjaga, orientasi hidup manusia tidak lagi sekadar mengejar nilai-nilai duniawi semata, melainkan pada kemuliaan batin yang lebih hakiki.

​Banten, Jumat, 3 April 2026

Oleh: Jacob Ereste

Redaksi Borneosinartvnews (**)

Artikel ini telah dibaca 543 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Ngawi Resmikan Klinik Utama Dalam Jiwa, Dorong Kolaborasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

24 Oktober 2026 - 16:02 WITA

The Skinbars Clinic Perkuat Healthy Aging melalui Teknologi EXION dan EXOMIND

22 Oktober 2026 - 10:20 WITA

Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi

21 Oktober 2026 - 11:32 WITA

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan

18 Oktober 2026 - 22:39 WITA

Dugaan Kasus Asusila Siswa, APPM Desak Disdik Jatim Bersikap Tegas

16 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Kayu Gelondongan Ulin Angkutan Berat Bikin Jalan Amblas di Muara Komam, Sopir Sebut Milik Haji YP

7 Oktober 2026 - 10:10 WITA

Trending di Nasional