Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Nasional · 13 Jun 2026 22:55 WITA ·

Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah


 Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Perbesar

PASURUAN-BORNEOSINARTVNEWS.COM SSabtu 13/6/26 -SD Negeri Palangsari 1, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, kembali mengalami musibah tanah longsor yang terjadi berulang kali dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Sedikitnya dua kali longsor terjadi di area tebing yang berada tepat di samping lingkungan sekolah, mengakibatkan halaman sekolah terendam lumpur dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Longsor terbaru terjadi setelah hujan mengguyur wilayah setempat. Material tanah dan lumpur dari tebing yang cukup tinggi di sisi sekolah turun hingga menutupi sebagian halaman sekolah. Kondisi tersebut memaksa para guru, siswa, dan warga sekitar melakukan kerja bakti untuk membersihkan area sekolah agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan.

Menurut keterangan warga dan pihak sekolah, kejadian longsor bukanlah yang pertama kali terjadi. Tebing di sekitar SDN Palangsari 1 disebut sudah beberapa kali mengalami pergerakan tanah dan longsor, terutama saat musim hujan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan permanen dari pihak terkait.

“Warga dan pihak sekolah sudah sering melaporkan kondisi ini kepada pemerintah desa maupun instansi terkait. Namun sejauh ini hanya dilakukan peninjauan, pengukuran, dan pendataan tanpa adanya tindakan nyata untuk mencegah longsor kembali terjadi,” ujar salah seorang warga setempat.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua murid dan tenaga pendidik. Mereka menilai keberadaan tebing yang rawan longsor menjadi ancaman serius bagi keselamatan ratusan siswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

Masyarakat mempertanyakan lambannya penanganan terhadap potensi bencana tersebut. Mereka berharap pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, serta dinas terkait segera mengambil langkah konkret berupa pembangunan penahan tebing atau upaya mitigasi lainnya sebelum terjadi korban jiwa.

“Apakah harus menunggu ada korban dari anak-anak didik terlebih dahulu baru dilakukan tindakan?” ungkap warga dengan nada kecewa.

Saat ini, masyarakat dan pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk segera menangani tebing rawan longsor di SDN Palangsari 1. Mengingat keselamatan siswa dan kelancaran proses belajar mengajar merupakan hal yang tidak boleh diabaik

(Redho)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemdes Santan Ulu Gelar Musrenbangdesa RKPDes dan RKPD 2027

20 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Kasus Andreas Pujiono Naik Penyidikan, Pengamat Puji Polres Madiun

20 Agustus 2026 - 03:28 WITA

Arda Fitriana Latih Ibu Rumah Tangga Bisnis dari Rumah

19 Agustus 2026 - 11:32 WITA

Modus Baru Peredaran Rokok Ilegal, Truk Muatan Garam Diduga Jadi Kamuflase

18 Agustus 2026 - 18:22 WITA

Investasi China 3.000 Hektare di Bangkalan Dikritik, KAKI Jatim: Jangan Korbankan Lahan Rakyat!

14 Agustus 2026 - 09:17 WITA

Hari Gajah Sedunia 2026: Difpala, LINKSOS, dan Geopix Gelar Pentas Seni Inklusif

10 Agustus 2026 - 10:17 WITA

Trending di Nasional