Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Berau · 26 Jul 2026 05:00 WITA ·

Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso


 Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso Perbesar

BERAU–KALTIM–BORNEOSINARTVNES​.COM Aroma khas kopi yang baru diseduh menyelimuti kehangatan kebun kopi di Rest Area Pariso pada kegiatan yang berlangsung hari Sabtu. Agenda yang diinisiasi oleh Sekolah Tani Indonesia ini mengusung konsep keakraban Pengalaman Ngopi di Kebun Bersama Liberika Kebanggaan Daerah. Sebuah momen istimewa yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga merawat kebanggaan atas sejarah panjang komoditas kopi lokal.

​Selaku pemilik Rest Area Pariso sekaligus tuan rumah, Abdul Rahim Ismail yang akrab disapa Pak Ari memimpin langsung jalannya acara pembukaan pada hari Sabtu tersebut. Beliau membawakan susunan acara serta menyambut hangat kehadiran seluruh tamu undangan di tengah asrinya perkebunan.

​Dalam wawancaranya bersama media Borneo Sinar TV di lokasi kegiatan, Pak Ari yang juga bertindak sebagai penyelenggara Sekolah Tani Indonesia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya silaturahmi ini. Beliau menyambut baik sinergi seluruh pihak demi memajukan potensi kopi lokal.

​Kegiatan bernuansa kebersamaan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gamalis yang memberikan apresiasi tinggi serta dukungan penuh terhadap penguatan sektor pertanian lokal dan pengembangan potensi Kopi Liberika.

​Di sela-sela suasana hangat kegiatan hari Sabtu tersebut, media Borneo Sinar TV juga mengagendakan wawancara khusus dengan Fatoni Saputra selaku Founder dan CEO Sekolah Tani Indonesia yang berkantor pusat di Bandung Jawa Barat. Beliau menyampaikan bahwa inisiasi kegiatan ini dipersiapkan dalam waktu yang cukup singkat yakni sekitar dua minggu.

​Fatoni Saputra mengungkapkan rasa haru dan syukurnya karena dalam waktu singkat acara dapat terselenggara dengan begitu lancar dan penuh kehangatan. Beliau juga menegaskan bahwa langkah edukasi serta promosi potensi kopi lokal seperti ini akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan di bulan-bulan mendatang.

​Perjalanan kopi ini menyimpan kisah perjuangan yang sangat menyentuh. Sosok perintis awal Kopi Liberika di kawasan tersebut adalah Ibu Helmina. Beliau merupakan seorang transmigran asal Nusa Tenggara Timur yang mulai menanam bibit kopi Liberika sejak tahun seribu sembilan ratus delapan puluh sembilan di Kampung Sumber Mulya Kecamatan Talisayan.

​Dengan ketekunan dan rasa cinta yang tulus, Ibu Helmina merawat pohon-pohon kopi tersebut hingga menjadi warisan berharga yang kini terus dijaga keaslian mutunya oleh pengelola kebun demi mengharumkan nama Kopi Liberika.

​Dalam rangkaian acara hari Sabtu tersebut, rombongan dan para tamu undangan turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengeringan serta fasilitas pengelolaan kopi di area kebun.

​Peninjauan ini dilakukan untuk melihat dari dekat proses pengolahan pasca panen termasuk ketersediaan air untuk proses pengeringan guna memastikan kualitas biji kopi Liberika yang dihasilkan tetap terjaga dengan sempurna.

​Dukungan penuh dari berbagai pihak dalam menjaga warisan kopi dan mendorong pariwisata daerah terlihat dari hadirnya jajaran instansi pemerintah serta tokoh-tokoh lokal.

​Tampak hadir Dinas Perkebunan yang diwakili oleh Mansur Tanca, Dinas Pariwisata yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Samsiah, perwakilan dari KPH Utara, serta Mantan Wakil Bupati Agus Tamtomo yang ikut hadir memberikan dukungan moral bersama awak media Borneo Sinar TV yang meliput dari awal hingga selesai.

​Momen ngopi bersama di tengah kebun dan peninjauan lapangan pada hari Sabtu ini menghadirkan rasa haru sekaligus rasa bangga yang mendalam bagi seluruh pihak yang hadir. Tidak hanya menikmati cita rasa khas Kopi Liberika, agenda ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis pertanian dan pariwisata.

(tim) redaksi borneosinartvnees. com

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

5 September 2026 - 17:54 WITA

Wisuda Ke-XVII STIT Muhammadiyah Berau Luluskan 200 Sarjana Siap Mengabdi

3 September 2026 - 12:12 WITA

Kelangkaan BBM di Berau Memprihatinkan, Warga Kesulitan Dapatkan Pasokan

1 September 2026 - 13:15 WITA

Kebakaran Menghanguskan Bangunan di Kampung Kasai, Berau

29 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Kemarau Panjang Memicu Karhutla, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di KM 10 Labanan Berau

23 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Pilu Ibu di Berau: Bayi 14 Hari Diculik Suami dan Mertua Hingga Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Trending di Berau