Menu ✖

Mode Gelap
Waspada! Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Waspada Peredaran Uang Palsu Kembali Marak di Berau, SPBU Gunung Tabur Maluang Jadi Korban Oknum Advokat Tersangka Penipuan Rp520 Juta Ditangkap di Mojokerto Gelora Sumpah Pemuda: Bersatu Bangun Negeri! Klarifikasi Pungutan Sewa Tenda Berau Expo Rp4,5 Juta Mengalir ke Mana ??

Nasional · 24 Jan 2026 15:05 WITA ·

Penguasahan Kembali Lahan Datu Ingkil Oleh Ahli Waris


 Penguasahan Kembali Lahan Datu Ingkil Oleh Ahli Waris Perbesar

BERAU KALIMARAU-BORNEOSINARTVNEWS , 24  2026 –Januari Ahli waris sah dari Bapak Haji Rusliansyah (Ruslie Abdullah), Surya Iswanto, tengah melakukan langkah-langkah strategis untuk menata kembali lahan peninggalan kakeknya, Datu Ingkil (Ingkiel). Upaya ini didasarkan pada dokumen sejarah kepemilikan tanah yang sah sejak era Belanda tahun 1936.Sejarah Kepemilikan: Penghargaan Atas Kedisiplinan

Lahan ini memiliki nilai historis tinggi bagi keluarga. Pada 17 Juni 1936, Datu Ingkil, seorang pensiunan agen polisi berpangkat Inspektur, menerima Soerat Kebebasan Hak Tanah di daerah Kalimarau. Surat tersebut diberikan oleh perusahaan Belanda sebagai penghargaan atas dedikasi dan kedisiplinan beliau selama bertugas.

Sesuai amanat keluarga, surat asli tersebut diserahkan langsung oleh Datu Ingkil kepada anaknya, Haji Ruslie Abdullah, saat menginjak usia 18 tahun sebagai pemegang hak waris yang sah.

Identifikasi Lapangan dan Data Teknis

Berdasarkan pengecekan fisik dan pemetaan modern menggunakan koordinat UTM Zona 50 N, ditemukan data teknis sebagai berikut:

Total Luasan Lahan: Mencapai 11,16 Hektar sesuai plotting peta terbaru.

Sisa Lahan Asli VOC: Teridentifikasi seluas 1,5 Hektar di area inti.

Lokasi Strategis: Sisi Barat berbatasan dengan Sungai Kalimarau, bersebelahan dengan markas Skadron, dan menembus hingga ke jalan gang yang ada dibagian Jalan Cut Nyak Dien.

Saat ini, pihak keluarga baru memproses administratif lahan seluas kurang lebih 1,5 Hektar (15.000 meter persegi) di Kelurahan Rinding karena kondisi di lapangan yang sudah dipenuhi patok pihak lain dan bentuk lahan yang tidak simetris.

Upaya Persuasif dan Mediasi

Dalam menghadapi tumpang tindih lahan dengan warga lain, Surya Iswanto memilih jalur musyawarah. Salah satu hasil nyata adalah mediasi di Kantor Kelurahan Rinding terkait area 36 x 36 meter, di mana kedua belah pihak sepakat untuk membagi lahan tersebut demi menghindari perselisihan.

“Kami didampingi tim pendamping berupaya melakukan langkah-langkah persuasif kepada mereka yang berada di lahan tersebut. Tujuannya adalah menata kembali tanah ini sesuai dengan ukuran dan titik koordinat yang ada,” ungkap Surya Iswanto dalam keterangannya.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hak waris yang telah dijaga turun-temurun tetap terlindungi dengan data validasi yang akurat agar posisi lahan tidak terus bergeser di masa depan.(***)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Ngawi Resmikan Klinik Utama Dalam Jiwa, Dorong Kolaborasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

24 Oktober 2026 - 16:02 WITA

The Skinbars Clinic Perkuat Healthy Aging melalui Teknologi EXION dan EXOMIND

22 Oktober 2026 - 10:20 WITA

Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi

21 Oktober 2026 - 11:32 WITA

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan

18 Oktober 2026 - 22:39 WITA

Dugaan Kasus Asusila Siswa, APPM Desak Disdik Jatim Bersikap Tegas

16 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Kayu Gelondongan Ulin Angkutan Berat Bikin Jalan Amblas di Muara Komam, Sopir Sebut Milik Haji YP

7 Oktober 2026 - 10:10 WITA

Trending di Nasional