BERAU-borneosinartvnews. com Perjuangan Selasa 03/03/2026 masyarakat adat Marjun dalam mempertahankan hak tanah ulayat terus berlanjut. Bersama Serikat Buruh FPBM-KASBI, warga melakukan aksi long march dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menuju Istana Negara di Jakarta pada tahun 2021.
Aksi long march tersebut menjadi bukti nyata keseriusan masyarakat dalam menuntut keadilan atas dugaan perampasan tanah warisan nenek moyang oleh perusahaan perkebunan sawit, PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation (PT TBPP).
Perjalanan panjang dari Tanah Borneo ke ibu kota negara itu dilakukan dengan harapan suara mereka dapat didengar langsung oleh pemerintah pusat.
Setibanya di Jakarta, massa aksi menggelar diskusi dan menyampaikan tuntutan agar staf khusus Presiden dapat memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama.
Mereka meminta negara hadir untuk melindungi hak masyarakat adat dan memastikan pengembalian tanah ulayat yang diklaim telah dirampas.
Namun, perjuangan itu disebut tidak berjalan mulus.
Sejumlah pejuang masyarakat adat dilaporkan mengalami tekanan hukum hingga harus menjalani proses pidana.
Bahkan, salah seorang pejuang bernama Jamaluddin meninggal dunia saat berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Kabar wafatnya Jamaluddin menambah duka sekaligus memicu keprihatinan berbagai pihak yang menilai penanganan konflik agraria tersebut belum menunjukkan rasa keadilan bagi masyarakat adat.
Masyarakat juga menegaskan bahwa sampai dengan tanggal hari ini belum ada sanksi apapun yang dijatuhkan kepada PT TBPP.
Mereka menilai perusahaan tersebut seakan kebal hukum, meski konflik dan laporan dugaan pelanggaran telah disuarakan sejak lama.
Hingga kini, belum ada kejelasan penyelesaian atas sengketa tanah tersebut.
Warga berharap pemerintah pusat dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar konflik agraria ini tidak terus berlarut dan tidak lagi menimbulkan korban.
Pewarta: Redaksi
Editor: Boni











