Menu

Mode Gelap
Tim gabungan bergerak cepat padamkan karhutla di poros Jalan Labanan Berau Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

Berau · 3 Mar 2026 10:19 WITA ·

Perjuangan Ulayat Marjun ke Istana Negara, Satu Pejuang Wafat di Rutan Tanjung Redeb


 Perjuangan Ulayat Marjun ke Istana Negara, Satu Pejuang Wafat di Rutan Tanjung Redeb Perbesar

BERAU-borneosinartvnews. com Perjuangan Selasa 03/03/2026 masyarakat adat Marjun dalam mempertahankan hak tanah ulayat terus berlanjut. Bersama Serikat Buruh FPBM-KASBI, warga melakukan aksi long march dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menuju Istana Negara di Jakarta pada tahun 2021.

Aksi long march tersebut menjadi bukti nyata keseriusan masyarakat dalam menuntut keadilan atas dugaan perampasan tanah warisan nenek moyang oleh perusahaan perkebunan sawit, PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation (PT TBPP).

Perjalanan panjang dari Tanah Borneo ke ibu kota negara itu dilakukan dengan harapan suara mereka dapat didengar langsung oleh pemerintah pusat.

Setibanya di Jakarta, massa aksi menggelar diskusi dan menyampaikan tuntutan agar staf khusus Presiden dapat memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama.

Mereka meminta negara hadir untuk melindungi hak masyarakat adat dan memastikan pengembalian tanah ulayat yang diklaim telah dirampas.

Namun, perjuangan itu disebut tidak berjalan mulus.

Sejumlah pejuang masyarakat adat dilaporkan mengalami tekanan hukum hingga harus menjalani proses pidana.

Bahkan, salah seorang pejuang bernama Jamaluddin meninggal dunia saat berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Kabar wafatnya Jamaluddin menambah duka sekaligus memicu keprihatinan berbagai pihak yang menilai penanganan konflik agraria tersebut belum menunjukkan rasa keadilan bagi masyarakat adat.

Masyarakat juga menegaskan bahwa sampai dengan tanggal hari ini belum ada sanksi apapun yang dijatuhkan kepada PT TBPP.

Mereka menilai perusahaan tersebut seakan kebal hukum, meski konflik dan laporan dugaan pelanggaran telah disuarakan sejak lama.

Hingga kini, belum ada kejelasan penyelesaian atas sengketa tanah tersebut.

Warga berharap pemerintah pusat dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar konflik agraria ini tidak terus berlarut dan tidak lagi menimbulkan korban.

Pewarta: Redaksi

Editor: Boni

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.

5 September 2026 - 17:54 WITA

Wisuda Ke-XVII STIT Muhammadiyah Berau Luluskan 200 Sarjana Siap Mengabdi

3 September 2026 - 12:12 WITA

Kelangkaan BBM di Berau Memprihatinkan, Warga Kesulitan Dapatkan Pasokan

1 September 2026 - 13:15 WITA

Kebakaran Menghanguskan Bangunan di Kampung Kasai, Berau

29 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Kemarau Panjang Memicu Karhutla, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di KM 10 Labanan Berau

23 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Pilu Ibu di Berau: Bayi 14 Hari Diculik Suami dan Mertua Hingga Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Trending di Berau