Presiden Prabowo Bertanya, Pemkot Surabaya Bungkam? AMI Desak Kejujuran Soal Nasib Rumah Radio Bung Tomo!
SURABAYA –borneosinartvnews.com Aliansi Madura Indonesia (AMI) melayangkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait misteri keberadaan Rumah Radio Bung Tomo. Tuntutan ini mencuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka mempertanyakan eksistensi situs bersejarah tersebut, yang hingga kini belum mendapatkan respons konkret dari pihak pemerintah kota.Tamparan Keras bagi Kota Pahlawan
Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pertanyaan Presiden bukanlah sekadar basa-basi politik, melainkan sebuah “tamparan keras” bagi kredibilitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan. AMI menilai sangat ironis jika situs yang menjadi simbol perlawanan dalam peristiwa 10 November 1945 justru tidak jelas rimbanya.Rabu(04/02/2026)
“Jangan sampai Presiden sudah bertanya, tapi pemerintah kota justru diam atau saling lempar tanggung jawab. Ini soal marwah Surabaya,” tegas Baihaki Akbar.Poin-Poin Tuntutan AMI:
Kejujuran Publik: Pemkot Surabaya didesak untuk jujur mengenai kondisi fisik bangunan, lokasi tepatnya, dan status hukum saat ini.
Audit Aset Sejarah: AMI menuntut adanya audit menyeluruh terhadap seluruh cagar budaya di Surabaya agar tidak ada lagi situs yang dikorbankan demi kepentingan pembangunan atau proyek komersial.
* Tanggung Jawab Administratif: Mendesak Pemkot segera melaporkan hasil penelusuran aset tersebut langsung kepada pemerintah pusat sebagai bentuk pertanggungjawaban.
* Ancaman Tekanan Publik: AMI menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap menggalang kekuatan publik jika Pemkot tidak segera memberikan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara historis.Kegagalan Tata Kelola Sejarah
AMI menilai ketidakjelasan ini sebagai bentuk kelalaian serius dan kegagalan pemerintah daerah dalam menjaga warisan nasional. Jika benar Rumah Radio Bung Tomo telah hilang atau beralih fungsi tanpa perlindungan cagar budaya yang jelas, maka hal tersebut dianggap sebagai pengkhianatan terhadap memori kolektif bangsa dan nilai-nilai perjuangan nasional. (Red)











