YOGYAKARTA-BORNEOSINARTVNEWS Sebuah tonggak sejarah baru dalam pelayanan kepolisian di Yogyakarta resmi dimulai. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) DIY Tipe A yang berlokasi di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Minggu (03/05/2026).
Proyek ambisius ini berdiri di atas lahan Sultan Ground seluas 7,5 hektar, yang merupakan wujud nyata sinergitas antara Polri dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kehadiran Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara tersebut mempertegas dukungan penuh pihak Keraton terhadap modernisasi infrastruktur keamanan di wilayah Yogyakarta.
Fasilitas Kelas Dunia Berbasis Kearifan Lokal
Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, menjelaskan bahwa gedung baru ini dirancang untuk memenuhi standar internasional bagi Mapolda Tipe A. Proyek ini didanai oleh APBN sebesar Rp120 miliar, ditambah dengan hibah bangunan pendopo dari Pemerintah Daerah DIY yang akan berfungsi sebagai ruang serbaguna bagi masyarakat.
”Pembangunan ini adalah jawaban atas kondisi markas lama yang sudah tidak memadai. Kami membangun pusat pelayanan yang modern dan berbasis digital, namun secara arsitektur tetap mengedepankan nilai-nilai budaya Yogyakarta yang luhur,” ujar Irjen Pol Anggoro.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan optimisme bahwa kehadiran Mapolda DIY di wilayah Godean akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sisi barat Yogyakarta. Pemkab Sleman sendiri telah berkomitmen menyiapkan infrastruktur pendukung dan akses jalan di sekitar kawasan tersebut.
”Ini bukan sekadar gedung kantor, tetapi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Keamanan kawasan akan semakin terjaga, dan pelayanan publik kini menjadi jauh lebih dekat dengan warga, khususnya di wilayah Sleman bagian barat,” tegas Harda.
Target Penyelesaian
Konstruksi fisik Mapolda DIY ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. Selama proses pembangunan, Polri berkomitmen untuk melibatkan tenaga kerja lokal guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar Yogyakarta.
Acara ditutup dengan prosesi doa bersama dan pemotongan tumpeng, menandai dimulainya pengerjaan megaproyek yang diharapkan menjadi ikon baru pelayanan publik yang profesional, modern, dan terpercaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pawarta (Rio Ardian)
Redaksi Borneosinartvnews.











