BORNEOSINARTV.COM, BERAU – Pengerjaan proyek Lanjutan Peningkatan Jalan Protocol Jalan Bahagia di Kelurahan Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, menuai sorotan tajam terkait keterbukaan informasi publik dan keselamatan infrastruktur warga.
Proyek senilai Rp3,3 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Bankeu Provinsi Kalimantan Timur Kaltim Tahun Anggaran 2026 tersebut sempat memicu tanda tanya masyarakat lantaran papan nama kegiatan tidak dipasang sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan pada Selasa 22 September 2026, papan proyek tersebut hanya diletakkan di tanah dan dibiarkan tergeletak tanpa terpasang secara layak. Kondisi ini memicu simpang siur informasi di tengah warga sekitar mengenai kepastian keberadaan papan nama kegiatan.
Fakta di lokasi membuktikan papan informasi belum terpasang secara permanen hingga warga dan awak media mendesak pihak pelaksana untuk segera memasangnya demi keterbukaan informasi publik.
“Kami paksakan untuk pasang pelangnya karena ini tidak jelas. Anggarannya sangat besar mencapai Rp3,3 miliar, tetapi pengerjaannya berapa meter tidak ada kejelasan. Supaya masyarakat tidak bertanya-tanya, kami minta pihak pelaksana segera memasang papan nama tersebut secara permanen,” tegas salah seorang warga di lokasi.
Detail Kontrak dan Pelaksanaan Proyek
Setelah adanya desakan di lapangan, rincian data kegiatan pada papan proyek akhirnya ditunjukkan. Pekerjaan ini berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Kabupaten Berau yang beralamat di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 123 Tanjung Redeb.
Berikut rincian data proyek berdasarkan papan informasi resmi:
Kegiatan: Penyelenggaraan Jalan Kabupaten atau Kota
Nama Pekerjaan: Lanjutan Peningkatan Jalan Protocol Jalan Bahagia
Lokasi: Kelurahan Sambaliung, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau
Nomor Kontrak: 06/PPK-PJ10/PROTOCOL/BANKEU/PJ2/IX/2026
Tanggal Kontrak: 10 September 2026
Tanggal Mulai: 11 September 2026
Nilai Kontrak: Rp3.365.396.755,00
Sumber Dana: Bankeu Provinsi Kaltim TA 2026
Waktu Pelaksanaan: 110 Seratus Sepuluh Hari Kalender
Kontraktor Pelaksana: CV Siporannu Berau
Konsultan Supervisi: CV Bangun Kinarya Consultant
PDAM Turun Langsung Perketat Pengawasan Antisipasi Pipa Bocor
Selain persoalan transparansi, aktivitas alat berat untuk penimbunan dan pembuatan parit di sepanjang permukiman Jalan Bahagia juga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan jaringan pipa air bersih.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, pengawasan di lapangan diperketat dengan diturunkannya pengawas dari bagian teknis PDAM, Pak Thomas, untuk memantau situasi secara langsung. Langkah ini dilakukan guna memperketat pengawasan dan menjaga agar tidak terjadi kerusakan atau kebocoran pada jaringan pipa distribusi air minum warga.
Pihak PDAM melalui Pak Thomas juga telah berkoordinasi langsung dengan ketua RT setempat agar ikut mengawasi jalannya pengerjaan fisik di lapangan.
“Jika terjadi kebocoran atau kerusakan pipa akibat pekerjaan ini, kami dari tim PDAM siap turun dan melakukan perbaikan secara langsung di lokasi,” tegas Pak Thomas saat memantau situasi di lapangan.
Masyarakat setempat berharap pihak kontraktor pelaksana dan dinas terkait dapat bertindak profesional serta memastikan pengerjaan fisik jalan tidak merusak fasilitas umum vital milik warga.
Tim Redaksi Borneo Sinar TV











