Menu

Mode Gelap
Irigasi Rp 9,2 Miliar di Kampung Tasuk “Diduga Mangkrak”: Selesai di Atas Kertas, Gagal di Lapangan Tolak Pasien Gawat Darurat, Rumah Sakit Terancam Pidana Penjara hingga 10 Tahun Aek Natas Dijarah, Munte Bebas Beroperasi: Di Mana Nyali Aparat Penegak Hukum? Warga Pati Ditemukan Meninggal di Teras Rumah Warga Blingoh Jepara, Polisi Pastikan Tidak Ada Kekerasan Kejari Tanjung Perak ‘Masuk Angin’, AMI Bawa Kasus Dana Reses ke Kejagung

Nunukan · 18 Apr 2026 18:11 WITA ·

Transportasi Air di Adji Kuning Marak, Diduga Dipicu Tingginya Biaya Barang Bawaan Penumpang


 Transportasi Air di Adji Kuning Marak, Diduga Dipicu Tingginya Biaya Barang Bawaan Penumpang Perbesar

NUNUKAN-BORNEOSINARTVNEWS  Sabtu, 18 April 2026  Aktivitas transportasi air di wilayah Adji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan semakin marak dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh tingginya biaya barang bawaan (bagasi) yang dikenakan kepada penumpang pada jalur resmi.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber di lapangan, tarif penumpang sebenarnya masih tergolong normal dan terjangkau. Namun, biaya tambahan untuk barang bawaan dinilai memberatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang membawa kebutuhan pokok atau barang dagangan dalam jumlah tertentu.

“Kalau hanya penumpang biasa tidak masalah, tapi kalau bawa barang, biayanya bisa tinggi dan tidak selalu jelas aturannya,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat memilih menggunakan jalur transportasi air alternatif, seperti perahu kecil atau speed boat non-reguler.

Selain dinilai lebih murah, jalur tersebut juga dianggap lebih fleksibel tanpa pembatasan ketat terhadap barang bawaan.

Namun demikian, maraknya transportasi air non-resmi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama dari sisi keamanan dan pengawasan wilayah perbatasan. Mengingat Adji Kuning merupakan salah satu titik strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Pengamat lokal menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, maka berpotensi membuka celah terhadap aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan barang.

Masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif, khususnya biaya barang bawaan penumpang. Selain itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap jalur-jalur transportasi air yang tidak resmi.

Dengan adanya langkah konkret, diharapkan aktivitas transportasi di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih tertib, aman, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

(Tim Redaksi BorneoSinarTVNews

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Polsek Sebatik Timur Perkuat Kamtibmas, Dukung Pemberantasan Narkoba dan Aktivitas Ilegal Perbatasan

18 April 2026 - 09:01 WITA

Perkuat Sinergi Pembinaan, Ketua LIN dan Media Kunjungi Lapas Kelas IIB Nunukan

17 April 2026 - 12:42 WITA

Silaturahmi Ketua LIN dan Tim Media di Polres Nunukan, Bahas Kamtibmas Wilayah Perbatasan

17 April 2026 - 12:28 WITA

Kondisi Memprihatinkan, Pos TNI Sei Kaca Nunukan Butuh Perhatian Serius Pemerintah

17 April 2026 - 00:18 WITA

Perjalanan Panjang Berau–Nunukan–Sebatik, Rombongan Media dan Ketum LIN Silaturahmi ke Pos Gab Malindo

16 April 2026 - 21:03 WITA

Trending di Nunukan