Menu ✖

Mode Gelap
Klarifikasi Sarpin: Integritas Terjaga, Jabatan Jelas Rofiq Azmi: Jangan Diam! Aset Daerah Dipertanyakan, Intelektual dan Ulama Banyuwangi Harus Bersuara  Polrestabes Surabaya Amankan Oknum Advokat Terkait Kasus Tipu Gelap Rp520 Juta PANAS! Ahli Hukum Bongkar Beda “Membuat” & “Memalsukan” di Sidang Ijazah Palsu Diduga Telan Anggaran Rp2 Miliar, Jalan Usaha Tani Menuju Kebun Sawit Anggota DPRD Kutai Barat Berinisial A Dipertanyakan

Nasional · 3 Mei 2026 12:58 WITA ·

Ketum Mapan Indonesia Minta Kapolda Evaluasi Kapolres yang Tak Mampu Berantas Obat Keras Tipe G


 Ketum Mapan Indonesia Minta Kapolda Evaluasi Kapolres yang Tak Mampu Berantas Obat Keras Tipe G Perbesar

KABUPATEN BEKASI-BORNEOSINARTVNEWS Minggu 03 Mei 2026 Kritik keras datang dari Ketua Umum Mapan Indonesia PSF, Parulian Hutahaean atau yang akrab disapa RD 75, terkait masih maraknya peredaran obat-obatan terlarang Tipe G di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, dan Polda Jawa Tengah. Ia menilai program prioritas para Kapolda dalam memberantas obat keras tersebut belum membuahkan hasil nyata.

​Ditemui di kantornya pada Jumat (01/05/2026), RD 75 menegaskan bahwa slogan “Zero” peredaran obat Tipe G yang digaungkan para petinggi Polri saat ini masih sebatas retorika.

​Slogan Dinilai Hanya Pepesan Kosong

​Menurut RD 75, fakta di lapangan menunjukkan bahwa transaksi obat-obatan keras tersebut masih masif terjadi, bahkan terkesan bebas tanpa hambatan berarti dari aparat setempat.

​”Saya rasa slogan Zero peredaran obat terlarang tipe G hanya pepesan kosong. Khususnya di wilayah Polda Jabar, Polda Metro Jaya, dan Polda Jateng, informasi yang kami dapat di lapangan menunjukkan masih banyak pihak yang menjual obat tersebut,” ungkap RD 75 kepada awak media.

​Desakan Pencopotan Kapolres

​Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas komitmen pimpinan, RD 75 meminta Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jabar, dan Kapolda Jateng untuk tidak ragu mengevaluasi kinerja para Kapolres di bawah jajarannya.

​”Kapolda sebagai pimpinan harus tegas terhadap bawahan. Apabila ada Kapolres yang tidak sanggup mengimplementasikan perintah pimpinan di lapangan, ya copot saja dari jabatannya. Masih banyak polisi yang memiliki loyalitas tinggi dan jiwa ‘Merah Putih’ terhadap pimpinan,” tegasnya.

​Kolaborasi BPOM dan Polri

​Selain kepolisian, RD 75 juga menyentil peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia berharap BPOM lebih proaktif dan tidak terkesan menutup mata terhadap peredaran obat ilegal yang merusak moral bangsa.

​”Seharusnya BPOM aktif dalam memberantas ini, bukan sekadar menunggu penindakan dari aparat. BPOM bisa berkolaborasi dan turun langsung melakukan razia bersama penegak hukum,” tambahnya.

​Penyelamatan Generasi Muda

​Menutup pernyataannya, RD 75 mengingatkan bahwa pembiaran terhadap peredaran obat Tipe G akan berdampak fatal pada nasib generasi penerus Indonesia. Ia menuntut kehadiran negara secara nyata melalui tindakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi.

​”Ini demi nasib penerus bangsa. Jika dibiarkan begitu saja, masa depan mereka terancam. Negara harus hadir dan bertindak tegas,” pungkas RD 75.

Redaksi Borneosinartvnews (**)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Rofiq Azmi: Jangan Diam! Aset Daerah Dipertanyakan, Intelektual dan Ulama Banyuwangi Harus Bersuara

30 Oktober 2026 - 16:25 WITA

Proyek Puskesmas Dilang Puti Senilai Rp6,91 Miliar Disorot, Pengawasan dan Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian

29 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Bupati Ngawi Resmikan Klinik Utama Dalam Jiwa, Dorong Kolaborasi Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

24 Oktober 2026 - 16:02 WITA

The Skinbars Clinic Perkuat Healthy Aging melalui Teknologi EXION dan EXOMIND

22 Oktober 2026 - 10:20 WITA

Tragis! Tuntut Gaji Rp1,4 M Usai 25 Tahun Kerja, Lansia Malang Malah Dideportasi

21 Oktober 2026 - 11:32 WITA

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan

18 Oktober 2026 - 22:39 WITA

Trending di Nasional