Menu

Mode Gelap
Mobil KT 1380 GI Bebas Angkut Jerigen BBM, Warga Talisayan Berau Resah! Festival Rindu Dumaring ke-2 Resmi Ditutup Gudang PT Wings Surya Driyorejo Terbakar, Api Padam dalam 4 Jam Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “. Wisuda STIT Muhammadiyah Berau Luluskan 200 Sarjana

Berau · 5 Sep 2026 17:54 WITA ·

Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “.


 Penutupan Festival Rindu Dumaring ” Menyulam Rindu Menyemai Warisan “. Perbesar

Boneo Sinar TV, ​Berau Provinsi Kalimantan Timur, 5 September 2026

​Pelaksanaan Festival Rindu Dumaring Edisi ke-2 di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, resmi memasuki puncaknya pada Sabtu, 5 September 2026. Mengusung tema “Menyulam Rindu Menyemai Warisan”, rangkaian ritual adat yang digelar oleh Masyarakat Hukum Adat Dayak Kampung Dumaring menjadi atraksi utama yang memikat perhatian masyarakat setempat maupun tamu undangan.

​Selama satu bulan penuh penyelenggaraannya, festival ini dimeriahkan dengan berbagai ajang pencarian bakat lewat perlombaan yang melibatkan masyarakat secara umum. Berbagai perlombaan tersebut menjadi wadah kreativitas warga yang puncaknya ditutup sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang.

​Selain perlombaan, para pengunjung yang hadir juga dapat melihat dan membeli langsung berbagai produk unggulan daerah setempat yang dipamerkan di lokasi kegiatan. Kehadiran stan produk lokal ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budhisantosa, M.Si., yang turut menyoroti peran penting sektor ekonomi kreatif dalam memajukan pariwisata.

​Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budhisantosa, M.Si., menyampaikan bahwa pameran produk lokal dan pengembangan koperasi serta ekonomi kreatif sangat penting dalam menopang kemajuan pariwisata daerah. Festival ini tidak hanya menjadi hiburan dan wadah menggali potensi masyarakat melalui berbagai perlombaan, tetapi juga momentum penting dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur serta menggerakkan ekonomi kerakyatan agar terus hidup di tengah masyarakat.

​Terkait pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kadis Perindagkop Kabupaten Berau, Ibu Eva Yunita, S. E., M.Si., turut hadir dan memberikan apresiasinya. Beliau mengapresiasi jalannya pameran UMKM produk unggulan lokal serta menilai sinergi antara koperasi, pelaku usaha, dan sektor pariwisata sangat krusial dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Kehadiran produk-produk unggulan daerah di setiap ajang festival terbukti efektif memperkenalkan potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.

​Kemeriahan acara semakin bertambah tatkala Putra Putri Duta Pariwisata Kabupaten Berau turut hadir dan memperagakan busana adat diiringi alunan musik yang mengesankan.

​Rangkaian ritual adat ini dilaksanakan secara khidmat di kawasan Taman Sungai Dumaring, hutan adat lokal. Tampak tetua adat, M. Asri, bersama warga Suku Dayak Kampung Dumaring mengenakan pakaian khas berwarna putih yang dilengkapi aksesoris tradisional seperti kalung manik-manik, ikat kepala putih (singal), serta mandau yang terselip di pinggang. Dalam prosesi tersebut, para tokoh adat menjalankan rangkaian ritual spiritual dan budaya.

​Sebagai bagian dari perhelatan ini, disajikan pula simulasi prosesi adat yang menggambarkan perjalanan siklus pertanian tradisional dari awal hingga akhir. Dalam simulasi tersebut, digambarkan bagaimana saat memasuki musim selatan, pihak masyarakat adat melakukan prosesi penebangan pohon, pembukaan lahan, dan pembakaran yang disertai dengan pesta tari-tarian tradisional menggunakan Tari Lembu Tutung.

​Setelah prosesi pembukaan lahan selesai, rangkaian dilanjutkan dengan pesta panen atau kusukan. Dalam ritual ini, bagian yang paling penting adalah pemanggilan Mamak Padi, di mana para tetua adat berkumpul untuk memanggil Mamak Padi sebagai simbol dimulainya penanaman benih. Setelah Mamak Padi diambil dan proses penanaman dimulai, para tetua adat kembali ke balai adat, yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi pembuatan serta pembakaran lemang dan ditutup dengan makan lemang bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

​Setelah rangkaian simulasi tersebut, prosesi diteruskan dengan ritual adat kusukan dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon keselamatan wilayah, hasil panen tanaman pangan yang berlimpah, serta keberkahan buah-buahan bagi seluruh warga Kampung Dumaring.

​Nuansa kebudayaan semakin kental saat digelar pertunjukan tradisi Pangku Pangkuan yang disaksikan dengan khidmat oleh para tamu dan masyarakat. Tak kalah menyedot perhatian, atraksi Bakuntau atau seni bela diri tradisional ditampilkan secara memukau oleh maestro Guru Jang Suwardi.

​Penutupan secara resmi diwakili oleh Asisten I Setda Berau Bidang Pemerintahan dan Kesra, M. Hendratno, S.STP, MH.AP, yang hadir mewakili Bupati Berau. Turut mendampingi dalam rombongan pejabat daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budhisantosa, M.Si.

Kadis Perindagkop Kabupaten Berau, Ibu Eva Yunita, S.E., MM.

Kepala UPT KPH Berau Pantai, Hamzah, S.Hut., M.Si.

​Acara ini juga dihadiri langsung oleh Camat Talisayan, Ibu Mutmainah, S.E., Kapolsek Talisayan, AKP. Rahmat, S. H., M. H., Danramil Talisayan Kapten Inf. Faisol Kepala Kampung Dumaring, Salahuddin, serta Pimpinan PT. Jabontara Eka Karsa. Rangkaian puncak ritual penutupan adat ini dipimpin langsung oleh Ketua Adat Dumaring, M. Asri, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.

​Kepala Kampung Dumaring, Salahuddin, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara selama sebulan penuh, mulai dari perlombaan hingga puncak penutupan. Pihaknya sangat bersyukur atas antusiasme warga mengikuti ajang pencarian bakat hingga dukungan semua pihak sehingga tradisi leluhur dapat terus dilestarikan melalui festival ini.

​Hal senada juga disampaikan oleh Camat Talisayan, Ibu Mutmainah, S.E yang menilai kegiatan perlombaan dan festival ini memperkuat kebersamaan antarwarga. Festival Rindu Dumaring sukses mewadahi bakat masyarakat sekaligus menjadi sarana mempererat persatuan dan melestarikan kearifan lokal di wilayah Talisayan.

​Sementara itu, Ketua Adat Dumaring, M. Asri, menegaskan pentingnya pelaksanaan ritual adat dan rangkaian acara penutup ini. Ritual tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur, memohon keselamatan serta hasil bumi yang berkah bagi seluruh masyarakat setelah sebulan penuh merayakan kebersamaan.

​Ketua Panitia Pelaksana, Nana Sumana, turut memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Rindu Dumaring selama sebulan penuh yang diisi dengan berbagai perlombaan hingga tahap penyerahan hadiah dan penutupan. Pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Berau, Dinas Pariwisata, pemerintah kecamatan, unsur Muspika, tokoh adat, serta seluruh masyarakat. Kolaborasi ini membuat seluruh rangkaian acara yang berlangsung selama satu bulan ini, mulai dari ajang pencarian bakat, hingga ritual penutupan adat, dapat berjalan lancar dan sukses.

​Festival Rindu Dumaring edisi kedua ini digelar tidak hanya sebagai bentuk pesta budaya, ajang pencarian bakat, dan hiburan bagi warga, tetapi juga memegang misi utama dalam merawat tradisi, menjaga kelestarian alam hutan adat, serta memperkuat identitas kebudayaan Masyarakat Hukum Adat Dayak Kampung Dumaring di Kabupaten Berau.

​Sebagai penutup akhir dari seluruh rangkaian kegiatan sebulan penuh ini, para pejabat daerah, unsur pimpinan kecamatan, tokoh adat, serta panitia melakukan aksi penghijauan berupa penanaman pohon secara simbolis. Aksi penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan di wilayah Kampung Dumaring. Melalui puncak acara ritual adat ini, diharapkan generasi muda Dumaring dapat terus mewarisi dan melestarikan kearifan lokal leluhur agar tidak punah tertelan zaman.

​Redaksi borneo sinartvnews.com

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wisuda Ke-XVII STIT Muhammadiyah Berau Luluskan 200 Sarjana Siap Mengabdi

3 September 2026 - 12:12 WITA

Kelangkaan BBM di Berau Memprihatinkan, Warga Kesulitan Dapatkan Pasokan

1 September 2026 - 13:15 WITA

Kebakaran Menghanguskan Bangunan di Kampung Kasai, Berau

29 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Kemarau Panjang Memicu Karhutla, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di KM 10 Labanan Berau

23 Agustus 2026 - 23:20 WITA

Pilu Ibu di Berau: Bayi 14 Hari Diculik Suami dan Mertua Hingga Meninggal

21 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Marak Galian C Ilegal di Berau: Berkedok Usaha Kecil, Pakai Ponton Masif

14 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Berau