BERAU-BORNEOSINARTVNEWS. COM Masalah klasik banjir tahunan di pusat Ibu Kota Kabupaten Berau kembali memicu reaksi keras dari masyarakat. Guyuran hujan lebat yang melanda wilayah tersebut pada Jumat malam (29/05/2026) mengakibatkan ruas Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, tepat di depan Gedung DPRD Berau, dikepung banjir cukup dalam.
Berdasarkan bukti rekaman video amatir dari pengendara yang melintas dalam file 1002933957.mp4, luapan air setinggi betis hingga lutut orang dewasa tampak menutup rapat akses jalan protokol tersebut sejak malam hari.
Akibatnya, arus lalu lintas tersendat parah lantaran sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa memperlambat laju mereka. Bahkan, beberapa sepeda motor dilaporkan mengalami mogok akibat nekat menerobos genangan air di jalur utama tersebut.
Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh sistem saluran pembuangan air (drainase) di sekitar kawasan Rinding yang belum mampu menampung peningkatan debit air secara optimal saat curah hujan tinggi.
Gelar Orasi Tunggal di Tengah Genangan Air
Kondisi infrastruktur jalan yang kontras di depan kantor para wakil rakyat ini akhirnya menyulut frustrasi warga. Tepat di tengah kemacetan lalu lintas pada Jumat malam itu, seorang pemuda nekat turun langsung ke lapangan dan menggelar aksi orasi tunggal menggunakan pengeras suara (toa) di tengah kepungan banjir.
Sembari berdiri di atas pembatas jalan sebagaimana terlihat dalam rekaman file 1002933958.mp4, pemuda tersebut melayangkan kritik terbuka dan mempertanyakan transparansi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau yang dialokasikan untuk pemeliharaan fasilitas publik.
”Katanya anggaran sudah digunakan untuk memperbaiki drainase-drainase, tapi pada faktanya, begitu hujan kita banjir lagi! Banjir terus! Mana ini dewan? Harusnya DPR ini datang melihat kami, kesusahan ini sebagai rakyat!” seru pemuda tersebut dengan nada lantang dalam rekaman video amatir tersebut.
Ia juga mempertanyakan efektivitas pengelolaan dana pajak daerah dari berbagai sektor komoditas kaya di Berau, seperti kelapa sawit dan batu bara, yang masuk ke kantong daerah namun dinilai belum mampu menyelesaikan masalah dasar seperti banjir perkotaan.
”Ke mana uang kami yang kami bayar gunakan pajak yang masuk ke dalam APBD yang ada di Kabupaten Berau ini? Para pejabat duduk enak, rakyat sengsara!” tegasnya dalam orasi di file 1002933958.mp4 tersebut.
Desak Evaluasi dan Langkah Konkret
Aksi protes spontan yang terjadi pada 29 Mei malam ini menjadi tontonan dan mendapat perhatian luas dari para pengguna jalan yang melintas. Warga menilai, kehadiran banjir di depan pusat pembuat kebijakan daerah merupakan sebuah ironi besar yang harus segera diselesaikan, bukan sekadar dibiarkan menjadi pemandangan musiman tanpa solusi konkret.
Masyarakat kini mendesak pihak instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau bersama jajaran DPRD Berau, untuk segera mengevaluasi total sistem drainase di sepanjang jalur Rinding demi menjamin hak warga atas infrastruktur yang layak.
Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu (30/05/2026), Tim Redaksi sedang berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Dinas PUPR serta pimpinan DPRD Kabupaten Berau guna mendapatkan klarifikasi dan perimbangan informasi terkait realisasi proyek
Redaksi borneosinartvnews (**)











