Menu

Mode Gelap
Panen Jagung Kuartal III di Kecamatan Balongbendo Ciomy Konsisten Dukung Dakwah, Hadir dalam Dakwahthon Season 2 untuk Palestina LSM LIRA Sidoarjo Bagikan BBM Gratis untuk Ratusan Ojol Memahami AEO, GEO, dan LLMO: Tiga Pendekatan Baru di Era AI Search Lupakan Arabika dan Robusta! Kopi Liberika Sembakungan Siap Jadi Identitas Baru Berau!

Berau · 25 Mei 2026 11:27 WITA ·

Bisnis Kayu Gelap Sdr. TT di Jl. Gatot Subroto Diujung Tanduk, Blokir Kontak Jurnalis Saat Dikonfirmasi


 Bisnis Kayu Gelap Sdr. TT di Jl. Gatot Subroto Diujung Tanduk, Blokir Kontak Jurnalis Saat Dikonfirmasi Perbesar

TANJUNG REDEB-BORNEOSINARTVNEWS– Praktik dugaan penampungan dan distribusi kayu olahan tanpa dokumen resmi di Kabupaten Berau kian meresahkan. Sebuah gudang besar yang terletak di kawasan Kecamatan Tanjung Redeb kini menjadi sorotan membara setelah terindikasi kuat menjadi hulu dari pasokan material kayu ilegal yang diselundupkan ke wilayah kepulauan wisata.

​Gudang yang diketahui dikendalikan oleh seorang pengusaha berinisial TT  tersebut diduga kuat menampung berbagai jenis kayu olahan ilegal secara masif untuk meraup keuntungan pribadi, tanpa mengindahkan aturan hukum yang berlaku.

​Alamat Presisi: Bukti Foto Kejadian Tanggal 13 Mei 2026 dan Koordinat Lapangan

​Berdasarkan investigasi mendalam serta petunjuk digital dari dokumentasi foto lapangan (File: 1002859990_2.jpg) yang diambil pada tanggal kejadian Rabu, 13 Mei 2026 pukul 14:35 WITA, aktivitas tersebut terlacak secara sangat akurat berada di kawasan Jl. Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

​Secara detail di lapangan, lokasi gudang tertutup ini berada persis di kawasan depan Kantor DPRD Kabupaten Berau, lalu masuk ke dalam gang yang ada di area tersebut.

​Untuk memudahkan masyarakat serta aparat penegak hukum meninjau langsung ke lokasi berdasarkan data otentik tanpa tersasar, titik bangunan gudang ini berdiri tepat pada posisi koordinat geografis Lat 2.160812° Long 117.462182° dengan Kode Plus Satelit 5F66+4W2.

​Berdasarkan lampiran bukti foto koordinat yang diambil di titik tersebut, terlihat jelas tumpukan kayu olahan berbagai jenis dalam volume yang sangat besar. Saking banyaknya barang yang ditampung, material kayu tersebut tidak lagi muat di dalam gudang hingga meluber dan menumpuk di halaman luar bangunan.

​Setiap kali pasokan kayu datang, para pekerja bergerak cepat memasukkannya ke dalam gudang menggunakan armada mobil Grand Max warna hitam. Praktik ini diketahui telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

​Kesaksian Narasumber Tepercaya: Kayu Macam-Macam Jenis Bertumpuk di Dalam

​Dugaan adanya aktivitas terselubung di dalam gudang ini kian diperkuat oleh keterangan dari salah satu narasumber tepercaya yang berada di sekitar kawasan tersebut. Demi menjaga keamanan dan faktor keselamatan, narasumber yang bersangkutan meminta agar identitas namanya disembunyikan rapat-rapat.

​Kepada tim redaksi, narasumber tersebut mengungkapkan bahwa aktivitas di dalam gudang kayu milik TT itu memang terbilang sangat lancar dan intensif. Ia membeberkan bahwa tumpukan material kayu di dalam bangunan tersebut volumenya sangat luar biasa besar dan terdiri dari bermacam-macam jenis kayu olahan.

​”Aktivitasnya lancar sekali di dalam, kayunya bertumpuk-tumpuk memenuhi gudang dan jenis kayunya bermacam-macam,” ungkap narasumber tepercaya tersebut memberikan kesaksian. Keterangan ini menjadi indikasi kuat bahwa pasokan logistik kayu yang masuk ke lokasi tersebut berjalan secara terstruktur.

​Sistem Keamanan Ketat dan Alergi Jurnalis, Kontak Redaksi Diblokir

​Bukan tanpa alasan gudang ini menerapkan sistem operasional yang super tertutup. Berdasarkan hasil pantauan tim redaksi di lokasi, area gudang tersebut sengaja dipasangi banyak kamera pengawas (CCTV) di berbagai sudut strategis.

​Langkah pengamanan yang ekstra ketat ini disinyalir sengaja dipasang agar sang pemilik utama, Sdr. TT, dapat memonitoring segala pergerakan di sekitar gudang secara real-time 24 jam melalui aplikasi ponsel pintar (smartphone) miliknya meskipun dirinya sedang berada di luar kota.

​Tak hanya memanfaatkan teknologi, TT juga dikenal sangat ‘alergi’ terhadap kehadiran jurnalis. Demi menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik terkait keberimbangan berita (cover both sides), Tim Redaksi Borneo Sinar TV sebenarnya telah melayangkan Surat Konfirmasi dan Klarifikasi Resmi dengan Nomor: 084/REDAKSI/BSTV-BR/V/2026 langsung kepada Sdr. T T sebelum berita ini dinaikkan.

​Namun sangat disayangkan, alih-alih menunjukkan iktikad baik dan memberikan klarifikasi terkait keabsahan dokumen SKSHAK asal-usul kayu tersebut, enisial. T T justru memilih bungkam. Alih-alih menjawab, pihak enisial. TT malah memblokir nomor kontak WhatsApp resmi milik Tim Redaksi Borneo Sinar TV.

​Sikap tidak kooperatif dan mencurigakan ini pun ditiru oleh para anak buahnya di lapangan. Saban hari, pintu gudang selalu dikunci rapat dari dalam. Jika ada pihak luar atau awak media yang datang mencari keberadaan sang bos besar, para pekerja di lapangan selalu kompak memasang tameng dengan mengeluarkan berbagai alasan klise, mulai dari dalih keluar kota hingga urusan mendadak di luar daerah.

​Diduga Kuat Suplai Pembangunan Fasilitas Wisata Turis Asing

​Berdasarkan perjalanan investigasi tim redaksi, aliran distribusi kayu olahan dari kawasan depan DPRD Berau ini disinyalir kuat bermuara ke kawasan wisata bahari premium, yakni Pulau Maratua dan Derawan.

​Logistik kayu berbagai jenis tersebut diduga dikirim secara sembunyi-sembunyi untuk menyuplai proyek pembangunan fisik akomodasi mewah di sana, seperti penginapan eksklusif dan tempat peristirahatan yang diperuntukkan bagi para wisatawan mancanegara (turis asing).

​Hingga berita ini diturunkan, Redaksi Borneo Sinar TV terus mendorong instansi terkait, Dinas Perhutanan, serta Aparat Penegak Hukum (APH) setempat untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi koordinat tersebut. Ketegasan aparat sangat dinanti guna membongkar tuntas dokumen SKSHAK asal-usul kayu di gudang milik TT demi tegaknya supremasi hukum di Bumi Batiwakkal. Seluruh rangkaian informasi dan laporan ini masih bersifat dugaan hingga adanya proses verifikasi resmi serta pembuktian hukum lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Reporter: Tim Redaksi Borneo Sinar TV

(Red)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Mengangkat Kopi Liberika Berau: Sekolah Tani Indonesia dan Pemkab Dorong Potensi Lokal dari Kebun Rest Area Pariso

26 Juli 2026 - 05:00 WITA

Diduga Tampung Kayu Ilegal di diduga ditalisayan Perizinan Somel Dipertanyakan

19 Juli 2026 - 21:02 WITA

Dugaan Proyek Fiktif Tambak Tudai 60 Juta di Biduk-biduk Cair 100% Fisik Nol!

19 Juli 2026 - 14:14 WITA

Skandal Pengadaan Mesin Dompeng: Rp200 Juta Diduga Digelapkan DKP Berau

14 Juli 2026 - 10:11 WITA

Rumah Wartawan Borneo Sinar TV di Berau Terbakar, Lima Bangunan Ludes Dilalap Api

13 Juli 2026 - 09:10 WITA

Proyek Drainase Rp 244 Juta di Tanjung Redeb Disorot, Warga: Pekerjaannya Asal-asalan dan Tipis

10 Juli 2026 - 15:09 WITA

Trending di Berau