Menu

Mode Gelap
Penjualan Rokok Ilegal di Toko DS Bengalon Marak, Warga Desak Penindakan Hukum Dugaan Pungli SAMSAT & SATPAS Probolinggo: Oknum Polisi Setor Ratusan Juta Per Minggu BPW PERADIN Jatim 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme Advokat Polda Banten Raih Samkarya Nugraha Sakanti, Arnol Sinaga: Sangat Layak Sertifikat 1992 Diberi Negara, Kenapa Hak Warga Sido Bangen Dirampas?

Nasional · 14 Jan 2026 23:51 WITA ·

Diskusi Singkat Dorong Perhatian Pemerintah Pusat untuk Ekonomi Long Ampung


 Diskusi Singkat Dorong Perhatian Pemerintah Pusat untuk Ekonomi Long Ampung Perbesar

Diskusi Singkat Dorong Perhatian Pemerintah Pusat untuk Ekonomi Long Ampung

Berau -Kaltim -Borneosinartvnews :Diskusi singkat digelar di Cafe Simpang, Jalan Rambutan, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, yang membahas dorongan kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi ekonomi Kampung Long Ampung, Kabupaten Malinau, melalui peningkatan akses transportasi udara dan darat Kamis (15/01/2026)

Diskusi tersebut dihadiri oleh Kepala Bandara Long Ampung, Tarom, Ketua FKPPI Kalimantan Timur, Bastian, serta awak media Borneo Sinar TV dan Media Aktivis. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun fokus pada persoalan keterisolasian wilayah perbatasan yang hingga kini belum tertangani secara maksimal.

Dalam pembahasan, disampaikan bahwa hingga saat ini transportasi udara ke Long Ampung masih sangat minim, sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat, pelayanan dasar, serta distribusi kebutuhan pokok. Kondisi ini dinilai perlu segera mendapat intervensi langsung dari pemerintah pusat melalui penambahan penerbangan perintis dan dukungan anggaran yang memadai.

Selain jalur udara, peserta diskusi juga menekankan pentingnya pembangunan dan pembukaan kembali akses jalan darat. Secara geografis, Long Ampung lebih dekat ke Samarinda dan seharusnya dapat terhubung secara darat. Namun akibat terputusnya akses jalan, perekonomian masyarakat Long Ampung dan wilayah sekitarnya mengalami kelumpuhan dalam waktu yang cukup lama.

Para peserta diskusi meminta pemerintah pusat menjadikan Long Ampung sebagai wilayah perhatian khusus, mengingat perannya sebagai daerah perbatasan dan potensi ekonomi yang belum tergarap akibat keterbatasan infrastruktur.

Mereka menilai, tanpa keterlibatan dan komitmen kuat dari pemerintah pusat, pembangunan di wilayah terpencil seperti Long Ampung akan terus tertinggal. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait sangat dibutuhkan agar akses transportasi udara dan darat dapat segera direalisasikan.

Diskusi ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih berkeadilan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan Kalimantan Utara. (Boni/Ars)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penjualan Rokok Ilegal di Toko DS Bengalon Marak, Warga Desak Penindakan Hukum

4 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Dugaan Pungli SAMSAT & SATPAS Probolinggo: Oknum Polisi Setor Ratusan Juta Per Minggu

2 Agustus 2026 - 12:29 WITA

Polda Banten Raih Samkarya Nugraha Sakanti, Arnol Sinaga: Sangat Layak

1 Agustus 2026 - 08:46 WITA

Kasus Hibah Jatim, KAKI Desak KPK Tahan Anwar Sadad

31 Juli 2026 - 14:04 WITA

Didi Sungkono Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pungli BPKB Senilai Miliaran Rupiah di SAMSAT

31 Juli 2026 - 13:28 WITA

Dugaan Pungli Miliaran Rupiah di Samsat Malang, Tiga Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Jatim

31 Juli 2026 - 13:06 WITA

Trending di Nasional