Menu

Mode Gelap
Skandal Lahan PT KAJ Memanas! Mantan Camat Akui Tanda Tangan Sah, Kebohongan Terpojok di PN Tenggarong? Konsolidasi Sengkawit Menguat, Buruh Kaltara Satu Komando Suarakan Aspirasi di Cafeteria Dugaan Penimbunan dan Peredaran BBM Ilegal di Sebuku–Onsoi, Aparat Diduga Tutup Mata Kantor Satker Provinsi Kaltara Tanpa Papan Nama, Dugaan Minim Transparansi Menguat Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: 4 Orang Meninggal, Wali Kota Turun ke Lokasi

Bulungan · 27 Mar 2026 23:49 WITA ·

Dugaan Skandal Insentif Imam Desa Binai: Pengabdian 10 Tahun Tak Berbayar, Imam Tak Aktif Justru Dapat Umroh?


 Dugaan Skandal Insentif Imam Desa Binai: Pengabdian 10 Tahun Tak Berbayar, Imam Tak Aktif Justru Dapat Umroh? Perbesar

BULUNGAN-KALTARA-BORNEOSINATVNEWS Jumat 27 Maret 2026 Secara resmi mendesak Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Utara dan Kemenag Kabupaten Bulungan untuk segera melakukan audit total terhadap administrasi dan penyaluran insentif di Masjid Al-Awwabin, Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Langkah tegas ini diambil menyusul temuan lapangan mengenai nasib tragis para pejuang agama yang hak-hak ekonominya diduga terabaikan selama belasan tahun akibat sengkarut birokrasi yang tidak transparan.

Ironi 10 Tahun Tanpa Hak

Dalam penelusuran tim Borneo Sinar TV di kediamannya, mantan Imam Masjid Al-Awwabin, Bapak Abidin, mengungkapkan fakta memilukan. Selama 10 tahun masa pengabdiannya hingga memutuskan untuk istirahat, beliau mengaku sama sekali tidak pernah menerima insentif dari pemerintah.

Padahal, menurut kesaksiannya, pada masa kepemimpinan Bupati Bulungan terdahulu, Budiman Arifin, program insentif bagi petugas keagamaan rutin didistribusikan. Namun entah mengapa, dana tersebut tidak pernah sampai ke tangan pengabdi di Desa Binai.

SK Desa Hanya Sebatas Formalitas

Kondisi serupa kini menimpa Imam aktif saat ini, Bapak Hasanuddin. Meski telah mengabdi selama kurang lebih satu tahun dan mengantongi Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Pemerintah Desa Binai, Hasanuddin mengaku belum pernah menerima insentif sepeser pun.

“Kami meminta kepada pihak pemerintah agama, Kemenag Provinsi maupun Kabupaten, untuk segera memeriksa SK kami di Masjid Al-Awwabin ini. Selama ini tidak ada kejelasan, hanya disebut terbit di desa saja, tapi sampai sekarang insentif belum ada kami terima,” tegas Bapak Hasanuddin saat dikonfirmasi langsung di lokasi masjid.

Dugaan Salah Sasaran: Imam Tak Aktif Tetap Terima Dana

Kejanggalan semakin mencolok dengan munculnya informasi mengenai seorang mantan imam berinisial BP (Baso Palaguna). Meski sudah tidak lagi bertugas di Masjid Al-Awwabin Desa Binai, BP dikabarkan masih tercatat sebagai penerima insentif rutin dari Pemerintah Kabupaten Bulungan. Bahkan, informasi yang dihimpun Borneo Sinar TV menyebutkan BP sempat mendapatkan fasilitas program Umroh dari pemerintah.

Ketimpangan ini memicu pertanyaan besar bagi publik: Mengapa pejuang agama yang aktif di lapangan justru ditelantarkan, sementara mereka yang sudah tidak bertugas masih menikmati aliran dana negara?

Desakan Transparansi ke Tanjung Selor

Redaksi Borneo Sinar TV menilai ada kegagalan koordinasi antara Pemerintah Desa Binai dengan instansi terkait di Tanjung Selor (Kemenag/Pemkab). Status legalitas melalui SK seharusnya menjadi dasar sah untuk pencairan hak ekonomi petugas keagamaan secara tepat sasaran.

Masyarakat dan pengurus masjid melalui Borneo Sinar TV berharap Kemenag Kaltara dan Kemenag Bulungan segera melakukan pengecekan data langsung ke Desa Binai. Hal ini krusial untuk memastikan apakah kendala tersebut tertahan di birokrasi desa atau ada hambatan teknis lainnya di tingkat yang lebih tinggi.

Borneo Sinar TV berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga Bapak Hasanuddin dan petugas masjid di pelosok Bulungan mendapatkan kepastian atas hak-hak mereka sebagaimana mestinya.

Liputan: Tim Redaksi Borneo Sinar TV Editor: (udin/Hrs)

Artikel ini telah dibaca 1,244 kali

badge-check

Redaksi

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Konsolidasi Sengkawit Menguat, Buruh Kaltara Satu Komando Suarakan Aspirasi di Cafeteria

30 April 2026 - 23:47 WITA

Kantor Satker Provinsi Kaltara Tanpa Papan Nama, Dugaan Minim Transparansi Menguat

30 April 2026 - 13:39 WITA

Pelarian Berakhir, DPO Korupsi ASITA Kaltara Diringkus di Sulawesi Selatan

23 April 2026 - 20:55 WITA

Pelayanan Dipertanyakan, Jurnalis dan Ketua LIN Diminta Keluar dari Ruang Tunggu Bina Marga PUPR Kaltara

14 April 2026 - 17:16 WITA

Kasus Korupsi Pertambangan: Mantan Bupati Nunukan Dipanggil Penyidik Kejati Kaltara

10 April 2026 - 13:37 WITA

Jembatan Binai: Penantian Sejak “Zaman Tak Enak”

26 Maret 2026 - 19:37 WITA

Trending di Bulungan